sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Kapan Tanda Tanya (Question Tag) Dipakai?

She’s smart, isn’t she?

You didn’t go, did you?

Pernahkah melihat kalimat seperti contoh di atas? Kalimat dengan pola seperti kalimat di atas disebut dengan kalimat question tag. Question tag mengubah kalimat berita menjadi kalimat tanya. Pertanyaan singkat yang berada di ujung kalimat berita disebut question tag. Pertanyaan singkat ini jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi “bukan?”, “kan?”, “ya?”, atau “yuk?”. Contoh kalimat di atas jika diterjemahkan menjadi “Dia pintar, bukan?” dan “kamu tidak pergi, kan?”.

Sebenarnya kapan question tag dipakai? Bagaimana membentuknya? Mari kita mencari tahu melalui pembahasan di bawah ini.

Kapan Question Tags Dipakai?

Question tags bisa dipakai ketika kita ingin:

  1. Mengonfirmasi kebenaran sesuatu
  2. Memperhalus kalimat perintah
  3. Memberikan saran atau ajakan

Berikut adalah penjelasan lebih detailnya:

1. Mengonfirmasi Kebenaran Sesuatu

Fungsi pertama dari question tags adalah untuk mengonfirmasi apakah sesuatu itu benar atau tidak. Question tags pada umumnya digunakan ketika kita menduga bahwa sesuatu itu benar. Contoh:

  • You will come with me, won’t you? (Kamu akan ikut denganku, kan?) –> Menurut dugaanku kamu akan ikut denganku, tetapi aku tidak yakin.
  • She didn’t fell, did she? (Dia tidak jatuh, kan?) –> Menurut dugaanku dia tidak jatuh, tetapi aku tidak yakin.
  • They have arrived, haven’t they? (Mereka telah tiba, ya?) –> Menurut dugaanku mereka telah tiba, tetapi aku tidak yakin.

Ada beberapa aturan dalam pembentukan question tag jenis ini. Aturan utamanya adalah jika kalimat berbentuk positif, maka question tag-nya harus negatif. Begitu juga sebaliknya. Jika kalimatnya negatif, maka question tag-nya positif. Contoh (yang digarisbawahi adalah kalimat, yang ditebalkan adalah question tag):

  • We are leaving, aren’t we? (Kita akan pergi, kan?) –> kalimat positif diikuti oleh question tag
  • We aren’t leaving, are we? (Kita tidak akan pergi, kan?) –> kalimat negatif diikuti oleh question tag

Aturan selanjutnya adalah jika kalimatnya menggunakan kata kerja, maka question tag-nya harus menggunakan do, does, atau did. Do untuk subjek I, you, we, dan they. Does untuk he, she, dan it. Did untuk bentuk past tense. Contoh (yang digarisbawahi adalah subjek dan kata kerja, yang ditebalkan adalah question tag):

  • He knows, doesn’t he? (Dia tahu, kan?)
  • It doesn’t take too long, does it? (Tidak akan lama, bukan?)
  • I don’t drive, do I? (Aku tidak menyetir, kan?)
  • Mia and Rita sit on the sofa, don’t they? (Mia dan Rita duduk di sofa, kan?) –> Mia dan Rita adalah they
  • You slept, didn’t you? (Kamu tidur, kan?) –> past tense

Jika menggunakan modal, maka question tag-nya juga modal. Kecuali modal have to / has to, question tag-nya menggunakan do/ does. Contoh:

  • We should study, shouldn’t we? (Kita harus belajar, ya?)
  • He has to run fast, doesn’t he? (Dia harus berlari kencang, bukan?)
  • You can’t speak Japanese, can you? (Kamu tidak bisa berbicara Bahasa Jepang, kan?)

Jika kalimatnya diawali dengan I am, maka question tag-nya harus aren’t I. Jika I am not, question tag-nya harus am I. Contoh:

  • I am right, aren’t I? (Aku benar, kan?)
  • I am not wrong, am I? (Aku tidak salah, kan?)
  • I’m genius, aren’t i? (Aku jenius, bukan?)

2. Memperhalus Kalimat Perintah

Question tags juga dipakai ketika kita ingin memerintah atau melarang orang lain untuk melakukan sesuatu . Fungsi question tags pada kalimat perintah adalah untuk memperhalus perintah. Question tag pada kalimat perintah bisa dikatakan setara dengan please. Pada jenis kalimat ini, question tags tidak bisa diterjemahkan menjadi “kan?”, “bukan?”, “ya?” atau “yuk?”, melainkan “tolong”. Contoh:

  • Close the door, won’t you? (Tolong tutup pintunya)
  • Don’t smoke here, will you? (Tolong jangan merokok di sini)
  • Bring me some coffee, will you? (Tolong bawakan saya kopi)
  • Tell John, won’t you? (Tolong beritahu John)

Untuk menyusun question tag pada kalimat perintah, gunakanlah will you atau won’t you sebagai question tag. Will you dan won’t you sebenarnya sama saja. Namun, penggunaan won’t you, sedikit menyatakan bahwa jawaban yang diprediksikan adalah “no”. Contoh:

  • Pass me the salt, will you? (Tolong berikan aku garam) –> kita mengharapkan respon “yes” dari lawan bicara kita, dan dia akan memberikan garam kepada kita.
  • Pass me the salt, won’t you? (Tolong berikan aku garam) –> agak memperlihatkan bahwa kita memprediksikan lawan bicara kita akan menjawab “no” dan tidak akan memberikan kita garam.

3. Memberikan Saran atau Ajakan

Kita juga bisa menggunakan question tags saat kita ingin memberikan saran atau mengajak lawan bicara kita. Contoh:

  • Let’s go shopping, shall we? (Kita belanja, yuk?)
  • Let’s continue, shall we? (Kita lanjutkan, yuk?)
  • Let’s surprise her, shall we? (Kita kejutkan dia, yuk?)

Dalam konteks ini, kalimat harus selalu diawali dengan let’s yang kemudian diakhiri oleh shall we sebagai question tag. Contoh:

  • Let’s hang out at the park tomorrow, shall we? (Besok kita nongkrong di taman, yuk?)
  • Let’s have a look at that painting, shall we? (Kita lihat lukisan itu, yuk?)
  • Let’s practice our English, shall we? (Kita latih Bahasa Inggris kita, yuk?)
  • Let’s eat, shall we? (Kita makan, yuk?)

 

Kapan Membutuhkan Tanda Pisah (Hyphen) dalam Bahasa Inggris
Kapan Tanda Tanya (Question Tag) Dipakai?
Apa itu Question Tags?
Writing Tip: Tanda Tanya, Tanda Seru, Tanda Pisah, dan Tanda Kurung (Punctuation)