sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Apa itu Expressing Sympathy?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin sering menunjukkan simpati dan memberikan dorongan kepada orang-orang di sekitar kita. Terutama jika orang-orang tersebut terkena musibah, mengalami hal-hal buruk, dan semacamnya. Dan bukan hanya dalam Bahasa Indonesia, menunjukkan dan memberikan simpati juga terdapat dalam Bahasa Inggris.

Pada pembahasan kali ini, kita akan mengulas lebih lanjut mengenai expressing sympathy atau menunjukkan simpati dalam Bahasa Inggris. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini, ya!

Expressing Sympathy

Tidak jauh berbeda dengan Bahasa Indonesia, expressing sympathy dalam Bahasa Inggris ini juga berarti menunjukkan dan menyampaikan simpati pada orang lain. Expressing sympathy merupakan ungkapan yang digunakan dengan tujuan menyampaikan simpati pada orang yang terkena musibah, berduka cita, dan lain sebagainya.

Ungkapan simpati bisa sedikit banyak membantu orang yang sedang terkena musibah atau mengalami hal buruk tersebut. Atau setidaknya, orang itu akan merasa mendapatkan dukungan moral dari orang lain dan ia tidak sendirian dalam menghadapi hal tersebut.

Expressing sympathy bisa dilakukan melalui berbagai cara, baik langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, expressing sympathy disampaikan ketika berbicara dengan orang yang bersangkutan. Sedangkan secara tidak langsung, ungkapan ini bisa disampaikan melalui pesan atau telepon jika keadaan tidak memungkinkan untuk bertemu.

Penggunaan Expressing Sympathy

Terdapat berbagai ungkapan dalam expressing sympathy yang dapat digunakan untuk menunjukkan dan menyampaikan rasa simpati kamu pada orang lain. Pastinya ungkapan-ungkapan tersebut harus dipakai dengan tepat supaya lebih dapat mengena di hati orang yang bersangkutan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Untuk lebih memahami tentang expressing sympathy, berikut beberapa penggunaan yang bisa kamu pakai dalam kehidupan sehari-hari.

I’m sorry… / Sorry to hear…

Ungkapan yang satu ini bukan untuk meminta maaf seperti arti secara harfiahnya, ya. Ungkapan ini bisa dimaknai sebagai ungkapan turut berduka cita dan bersimpati atas apa yang terjadi pada orang lain ketika mengalami hal yang buruk.

Misalnya seperti pada contoh berikut ini:

  • A: I don’t think I can go to the graduation party this weekend. My father fell ill suddenly and must to undergo a surgery tomorrow. (Kayaknya aku nggak bisa datang ke pesta kelulusan akhir pekan ini. Ayahku tiba-tiba jatuh sakit dan harus dioperasi besok.)

B: I’m really sorry to hear that. I hope the surgery goes well and your father will recover soon. (Aku turut bersedih akan hal itu. Semoga operasinya lancar dan ayah kamu segera sehat kembali.)

  • A: My family’s financial condition was not really good right now, so I will take a break from university for the time being. (Keadaan keuangan keluargaku lagi nggak bagus sekarang, jadi aku akan ambil cuti dari kampus buat sementara.)

B: Oh, really sorry to hear that. I hope things get better soon and you can come back to the university again with us. (Oh, aku ikut bersedih. Semoga keadaan segera membaik dan kamu bisa kembali ke kampus bersama kita.)

Poor…

Ungkapan ini biasanya dihubungkan dengan kata orang kedua yaitu you (kamu). Atau bisa juga disambung dengan orang ketiga seperti him/her/them (dia/mereka) dan nama orang yang bersangkutan. Ungkapan ini bermakna kasihan sekali, yang merupakan salah satu expressing sympathy dalam Bahasa Inggris.

Misalnya seperti pada contoh berikut ini:

  • A: Can you tell me your phone number again? My bag was stolen yesterday, so the things inside also lost including my phone and wallet. (Bisa kasih tahu nomor telpon kamu lagi? Tas aku dicuri kemarin, jadi barang-barang di dalamnya juga hilang termasuk HP dan dompetku.)

B: Oh, poor you. Did you report it to the police or security team? (Oh, kasihan sekali kamu. Kamu udah lapor polisi atau pihak keamanan?)

  • A: Did you hear about Tom’s family? They got robbed last night and they lost almost all of their valuable things. (Kamu sudah dengar tentang keluarga Tom? Mereka dirampok semalam dan mereka kehilangan hampir semua harta berharganya.)

B: Oh, poor them. I hope the police can find and arrest the robber soon. (Oh, kasihan sekali mereka. Aku harap polisi bisa segera menemukan dan menangkap perampoknya.)

I know how it feels

Ungkapan ini menunjukkan bahwa kita bersimpati dengan apa yang terjadi dan sangat memahami bagaimana rasanya menjadi orang tersebut. Ungkapan ini akan dapat memberikan kekuatan kepada orang yang bersangkutan karena merasa ada orang lain yang memahami mereka.

Misalnya seperti pada kalimat berikut ini:

  • A: I applied the job in many places, like 100 applications, but I still can’t get any job. I don’t know what to do anymore. (Aku sudah melamar pekerjaan ke berbagai tempat, sekitar 100 lamaran kerja, tapi aku tetap tidak dapat pekerjaan. Aku nggak tahu lagi harus gimana.)

B: I really know how it feels, it must been hard for you. I believe it will get better soon and you can land your dream job. In the end, effort always pays off, you know? (Aku paham banget gimana rasanya, pasti berat banget buat kamu. Aku yakin semuanya akan lebih baik dan kamu bisa dapat pekerjaan impian kamu segera. Gimanapun juga usaha selalu membuahkan hasil, kan?)

  • A: My body aches all over because of this fever, and I feel really helpess. (Badanku sakit semua karena demam ini, dan aku merasa sangat nggak berdaya.)

B: I know how it feels. Fever maybe didn’t seems like a serious illness, but it really make us feel uncomfortable and helpless. (Aku paham gimana rasanya. Demam mungkin nggak kelihatan seperti penyakit yang serius, tapi benar-benar bikin nggak nyaman dan nggak berdaya.)

What a pity

Makna dari ungkapan expressing sympathy ini adalah sayang sekali, sayang banget, dan sejenisnya. Ungkapan ini biasanya digunakan jika terjadi hal buruk yang patut disayangkan pada orang lain, seperti sesuatu yang hampir berhasil atau sesuatu yang mendatangkan kesialan.

Misalnya seperti pada contoh berikut ini:

  • A: I failed the university entrance test, even though I just need 1 more point to pass the passing grade for that test. (Aku gagal dalam tes masuk universitas, padahal aku cuma kurang 1 poin dari standar kelulusan ujian itu.

B: What a pity. You were almost there, though. (Sayang banget, deh. Kamu padahal hampir berhasil, ya.)

  • A: Our basketball team almost win, actually. But in the last minutes, the opponent team scored 2 goals more and that’s what made our team lose. (Tim basket kita hampir menang, sebenarnya. Tapi di menit-menit terakhir, tim lawan berhasil memasukkan 2 goal lagi dan itu yang membuat tim kita kalah.)

B: Ah, what a pity. If only they were given an extra time, maybe our team will win. (Ah, sayang banget. Kalau saja mereka dikasih tambahan waktu, mungkin tim kita akan menang.)

That’s too bad

Mirip dengan ungkapan “What’s a pity”, ungkapan “That’s too bad” juga digunakan untuk expressing sympathy pada sesuatu yang disayangkan terjadi. Ungkapan ini juga bisa dipakai untuk menyampaikan simpati bahwa sesuatu yang terjadi memang sangat buruk untuk orang yang bersangkutan.

Misalnya seperti pada kalimat berikut:

  • A: I don’t think I can join the field trip this semester, because my grade didn’t allow me to do so. (Aku rasa aku nggak bisa ikut karyawisata semester ini, karena nilaiku nggak cukup buat memenuhi syarat mengikutinya.)

B: That’s too bad. It will be nice if you can also join with us, though. (Sayang sekali. Pasti akan lebih bagus kalau kamu bisa ikut bersama kita.)

  • A: I got F on Statistics this semester, and the lecturer said I must repeat the subject next year. (Aku dapat F di matkul Statistika semester ini, dan dosen bilang kalau aku harus mengulang tahun depan.)

B: Oh, that’s too bad. You need to go through that difficult subject again and it must be really hard. (Oh, itu sangat buruk. Kamu harus mengikuti matkul yang susah itu lagi dan pasti itu sangat berat.)

I give my condolence

Ungkapan ini mungkin cukup sering didengar dan digunakan dalam expressing sympathy, yang merupakan ungkapan berduka cita dan belasungkawa. Biasanya ungkapan ini dipakai jika orang yang bersangkutan terkena musibah yang berat, seperti saat ada anggota keluarganya yang meninggal.

  • A: I hear that your father passed away last week because of heart disease. I give my deepest condolence for you and your family. May your father rest in peace, in a beautiful peace up there. (Aku dengar kalau ayahmu meninggal minggu kemarin karena sakit jantung. Aku benar-benar turut berduka cita untuk kamu dan keluarga kamu. Semoga ayah kamu beristirahat dengan tenang di tempat yang indah disana.)

B: Thank you, I am wishing the same for my father. (Terima kasih, aku juga berharap begitu untuk ayahku.)

  • A: There is no need to count my parents in the gift list for student’s parent. They have gone to the heaven last year. (Tidak perlu memasukkan orangtuaku dalam daftar hadiah untuk orangtua murid. Mereka sudah tiada sejak tahun kemarin.)

B: I am sorry, I really don’t know about it. I give my condolence for you. (Maafkan aku, aku benar-benar tidak tahu soal itu. Aku turut berduka cita untukmu.)

That’s awful/That’s terrible/That’s horrible

Tiga ungkapan ini memiliki makna yang mirip satu sama lain dalam expressing sympathy, dimana ketiganya berarti sesuatu yang buruk terjadi. Dan sebagai orang yang menyampaikan simpati, ungkapan-ungkapan ini digunakan untuk memahami orang bersangkutan bahwa kejadian itu memang buruk.

Misalnya seperti pada contoh-contoh berikut:

  • A: The company rejected my proposal again, and it’s the fifth time already. (Perusahaan menolak proposalku lagi, dan ini sudah yang kelima kalinya.)

B: Oh, that’s awful! It’s really the time for the company to recognize your effort and potential. (Oh, itu benar-benar buruk. Ini waktunya perusahaan untuk benar-benar menyadari usaha dan potensial kamu.)

  • A: You know, the lecturer gave me a C on my report just because he found some typos. I almost throw the report on his face back then, if I didn’t think clearly. (Tahu nggak, dosen ngasih aku nilai C untuk laporan aku cuma gara-gara ada beberapa salah ketik. Aku hampir mau lempar laporan itu ke muka dia tadi, kalau aku nggak berpikir jernih.)

B: What? That’s really terrible! I also want to throw the report if I were you. (Apa? Parah banget! Aku juga mau lempar laporannya kalau jadi kamu.)

  • A: I heard you got an accident when back to your hometown last month. That must be really horrible! Are you okay now? (Aku dengar kamu kecelakaan pas pulang kampung bulan kemarin. Pasti itu ngeri banget! Apa kamu baik-baik aja sekarang?)

B: Yeah, it was really horrible. But I’m okay now and I also get the compensation from the person who hit my car. (Iya, itu emang ngeri banget. Tapi aku baik-baik aja sekarang dan aku juga udah dapat ganti rugi dari orang yang nabrak mobilku.)

Demikianlah pembahasan mengenai expressing sympathy dan beberapa ungkapan yang dapat digunakan dalam menyampaikan simpati pada orang lain. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

 

Cara Menyatakan Setuju dalam Bahasa Inggris
Percakapan Mengungkapkan Sudut Pandang Pendapat (Expressing Point of View)
Percakapan Menyatakan Setuju atau Tidak Setuju
Ungkapan & Percakapan untuk Menyatakan Rasa Tidak Percaya (Expressing Disbelief)
Ungkapan & Percakapan untuk Menyatakan Persetujuan (Expressing Agreement)
Cara Mengungkapkan Gagasan yang Berlawanan dalam Bahasa Inggris
Ungkapan Bahasa Inggris untuk Mengatakan Suka dan Tidak Suka (Expressing Like and Dislike)
Cara Mengungkapkan Rasa Sakit dalam Bahasa Inggris
Cara Mengungkapkan Harapan dalam Bahasa Inggris
Apa itu Expressing Obligation?