sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Bagaimana Mengakhiri Suatu Percakapan (How to End a Conversation)

Segala sesuatu pasti ada akhirnya. Kita sangat memperhatikan bagaimana memulai sebuah percakapan namun kurang memperhatikan bagaimana mengakhirinya. Ada berbagai bahasan bagaimana memulai percakapan dalam Bahasa Inggris. Cara mulai percakapan memulai perbiancangan santai sampai wawancara formal.

Percakapan bisa diawali dengan baik dan berjalan tidak seperti yang diinginkan. Lawan bicara bisa mendominasi percakapan, topik menjadi tidak mengenakan atau ingin berbicara dengan lebih banyak orang dan tercebak dengan perbincangan hanya satu orang saja.

Menghentikan Percakapan dalam Bahasa Inggris

Jadi bagaimana menyudahi percakapan tanpa berkesan kaku atau menyinggung lawan bicara? Menghentikan percakapan dalam Bahasa Inggris bisa terkesan canggung dan dinilai negatif. Lakukan dengan benar agar lawan bicara tidak merasa ditolak.

Tips Mengakhiri percakapan

Berikut adalah beberapa tips dan trik untuk mengakhiri percakapan. Pilih sesuai dengan situasi yang sedang terjadi. Contoh berikut dapat digunakan untuk percakapan antara dua orang, percakapan dengan banyak orang atau melalui telpon.

  • Tetapkan Tujuan

Fikirkan alasan terbaik untuk mengakhiri percakapan. Ingin mencari teman yang datang bersama Anda, membantu tuan rumah menyiapkan makanan atau perlu memakai kamar mandi. Berikan alasan penting lainnya yang tidak kalah ungensinya untuk mengakhiri percakapan.

    • Please excuse me I need to find my wife (maaf saya harus mencari istri saya)
    • I think Mrs Mason need some hand in the kitchen (saya fikir Mrs. Mason perlu bantuan di dapur)
    • Sorry, I need to use the restroom (maaf saya perlu memakai kamar mandi)
    • I am sorry I think I must leave you. I think my husnband need me (Maaf, sepertinya saya harus mengakhiri percakapan ini. Sepertinya suami saya membutuhkan saya)
    • Could you please excuse me for one second. I need to use the ladies room (Maaf bisakah saya pergi sejenak. Sepertinya saya perlu pergi ke kamar mandi)
  • Menunggu Momen

Percakapan adalah bahasan dari topik ke topik lainnya. Salah satu cara untuk mengakhiri percakapan adalah menunggu waktu yang tepat. Saat lawan bicara seperti menuntaskan topik atau sedang memikirkan bahan percakapan lainnya.

    • Well (well)
    • Okay (oke)
    • Anyway (jadi)
    • So(jadi)

Ketika ada momen dimana hal di atas muncul dalam percakapan. Itu adalah waktu yang pas untuk mengakhiri percakapan. Lihat kesempatan untuk mengakhiri percakapan saat lawan bicara juga sudah cukup dengan bahasaanya.

    • It has been a nice conversation (percakapan yang menyenangkan)
    • Nice catching up with you (menyenangkan untuk dapat bercakap-cakap dengan mu)
    • Great chat, sorry I need to do something (percakapan yang menyenangkan. Maaf saya harus melakukan sesuatu)
    • .I need to stop you there. (saya perlu memberhentikan percakapan ini)
  • Mengakhiri dari awal percakapan.

Gunakan alasan adanya percakapan untuk mengakhirinya. Bila Anda bertemu seseorang karena bertanya tentang tempat atau seseorang, bisa gunakan alasan yang sama untuk mengakhirinya.

    • I appreciate the tip. I reaaly need to find my mum now (terima kasih untuk masukkannya. Saya perlu menemukan ibu saya)
    • It is a lovely day. Which remind me there is something I need to do for my mother (Ya memang hari yang indah dan sepertinya saya baru ingat kalau ada sesuatu yang harus saya lakukan untuk ibu saya)
    • I can see your opinion has some point. Will you excuse me? I need to share those ideas with the others (saya lihat kalau ide-idemu ada benarnya. Bisakah saya pergi? Saya perlu membagi ide tersebut dengan orang-orang lainnya.
  • Sesuatu Yang Harus Anda Lakukan

Mencari-cari alasan dapat berkesan tidak jujur dan tidak bisa dilakukan dengan alami. Sebutkan hal yang perlu Anda lakukan untuk menghentikan dialog. Selain dapat menyudahi obrolan yang tidak menyenangkan, alasan tersebut bisa benar-benar perlu dilakukan.

    • Great talk. But I really need to finish my work. Talk to you later (senang bercakap-cakap dengan mu. Tapi saya harus menyelesaikan pekerjaan saya. Saya akan berbicara lagi nanti)
    • Look It is nice to talk woth you. We should do this again. Now, I really need to get this documents copied. (senang bercakap-cakap dengan mu. Kita harus melakukannya lagi. Sekarang. Saya harus memfotocopi dokumen ini)
    • Look at the time, I need to pick up my kids. I will call you. (lihat jam berapa sekarang. Saya harus menjemput anak-anak. Saya akan menelpon mu nanti)
    • Time really flies when you have a great conversation. Sadly, I have to go home now. I have to go to work tomorrow (waktu berjalan cepat kalau kita sedang mercakap-cakap. Sayangnya saya harus pulang sekarang. Besok saya harus kerja)
  • Waktu Orang lain

Bila lebih nyaman untuk mengarahkan alasan untuk menghentikan percakapan karena orang lain. Beberapa ekpresi berikut dapat digunakan sebagai pilihan.

    • Don’t to take you too long from your working hour. I will go now. (saya tidak mau terlalu menghabiskan waktu kerjamu. Saya akan pergi sekarang)
    • Well, I am sure the other would love to hear about you. I will leave you with the rest. (saya rasa yang lain juga tidak sabar untuk mendengar kabarmu. Saya akan meninggalkanmu dengan yang lainnya)
  • Menawarkan Sesuatu

Percakapan menyenangkan dengan minuman dan makanan. Alasan tersebut bisa jadi alasan untuk meninggalkan percakapan dan memberi kesempatan lawan bicara mencari teman lain untuk berbicara.

    • I am goint to get myself a drink, do you want anything? (saya akan mengambil minuman. Apakah kamu mau?)
    • I am thirsty. Do you want a soda? (saya haus. Apakah kamu mau soda?)
    • Do you need anything from the kitchen? (Apakah kamu mau sesuatu dari dapur?)
    • Are you hot? Do you want we to turn on the AC? (Apakah kamu kepanansan. Maukan kamu saya nyalakan Acnya?)
  • Memperkenalkan Orang Lain

Akhiri percakapan dengan mengalihkan pada orang lain. Selain memberikan jalan keluar bagi Anda juga memberikan kesempatan bagi orang lain.

    • This is my friend Anna. She went to the same school as you (Ini teman saya Anna. Dia pergi kesekolah yang sama denganmu)
    • Dont believe you have met my sister. She is a fan of K-pop just like you. (Kamu sepertinya belum pernah ketemu dengan saudara perempuan saya. Dia adalah penyuka K-pop seperti kamu)

Contoh mengakhiri Percakapan Informal

Conversation 1:

A: Nice talking to you. I have something else I have to do. Bye (Senang berbicara denganmu. Sayangnya saya harus melakukan hal lain. Dah)

B: No problem. Talk to you later (Tidak masalah. Sampai ketemu lagi)

Conversation 2:

X: I hate to end this but it is getting late. I should go (saya tidak menyukainya tapi hari sudah terlalu malam. Saya harus pergi)

Y: Do you really have to go? (apakah kamu harus pergi?)

X: Yeah sorry. I will call you later (ya maaf. Saya akan menelponmu nanti)

Conversation 3:

C: Oh look at the time. I forgot there is something I need to do before dinner (lihat waktunya. Saya lupa ada sesuatu yang harus saya lakukan sebelum makan malam)

D: Are you leaving already? (apakah kamu apak pergi sekarang juga?)

C: I am really sorry. You know I have my hands full with a job and three kids. I got to run (maaf ya. Kamu kan tahu kalau saya sibuk dengan pekerjaan serta tiga orang anak. Saya harus pergi sekarang)

Percakapan informal antara teman atau kerabat dapat mengakhiri percakapan dengan lebih terus terang. Anda tidak perlu mencari-cari alasan untuk mengakhirinya.

Percakapan Formal

Conversation 1:

X: Well I see that you have your hands full. I should leave you alone (sepertinya anda punya banyak pekerjaan. Saya akan pergi)

Y: No you are not bethering me. I was just relaxing a bit (tidak, kamu tidak menggangu saya. Saya tadi sedang bersantai sejenak)

X: Dont want to make people see use just gossiping. I have tons things to do myself. (Jangan sampai orang mengira kita hanya bergosip di tempat kerja. Saya juga masih banyak pekerjaan lainnya)

Y; Oh. Oke then (Oh. Baiklah)

Conversation 2:

X: Thank you for the nice talk. I am very inspired. Will you excuse me. I am meeting someone else shortly. (terima kasih untuk perbincangannya. Saya sangat terinspirasi. Saya mohon pamit. Saya ada jani bertemu dengan orang lain)

Y: Oh yes. Sure. It was lovely talking to you too ( Oh ya. Tentu. Senang berbicara dengan Anda)

Contoh Percakapan Antara Lebih dari Dua Orang

Percakapan yang melibatkan banyak orang mungkin lebih mudah di akhiri. Karena lawan bicara masih memiliki teman bicara lainnya. Berikut adalah beberapa contoh how to end a conversation antara tiga orang atau lebih.

Conversation 1:

A: Sorry, I have something else to do. I will leave you two alone. (maaf saya harus melakukan sesuatu hal lainnya. Saya akan meninggalkan kalian berdua untuk ters berbicara)

B: Do you really have to go? We are just getting started. (Apakah kamu benar-benar harus pergi? Kita baru saja mulai)

C: Yes, stay a little longer (ya, tinggalah sedikit lebih lama)

A: I really cant. You got each other. You will be fine. Talk to you later. (saya benar-benar tidak bisa. Kalian bisa satu sama lainnya. Kalian akan baik-baik saja. Saya akan bicara lagi nanti)

Conversation 2:

X: I think we have covered everything. I need to copied everything. (sepertinya percakapan kita sudah membahasa semua yang perlu dibicarakan. Saya perlu membuat foto copi untuk semuanya)

Y: Are you leaving? (apakah kamu akan pergi?)

X: Yes, I need to do some things outside the office, them I will see you tomorrow (Ya. Saya perlu melakukan sesuatu di luar kantor dan saya akan ketemu dengan kalian lagi besok)

Z: Cant you hng out a little longer? (tidak bisakah kamu berada disini lebih lama lagi?)

X: Sorry. I really want to have these things done as soon as possible (maaf tapi saya benar-benar ingin menyelesaikan semua ini secepat mungkin)

Percakapan yang melibatkan lebih banyak orang bisa juga lebih sulit disudahi. Karena ada beberapa orang yang akan menahan Anda untuk tetap terlihat dengan percakapan. Pilih ekspresi yang tepat agar tidak ada yang merasa tersinggung.

On the Phone

Bukan hanya percakapan secara langsung, melalui telpon juga bisa sulit disudahi. Walau lebih mudah  mengakhiri percakapan melalui telpon. Namun, bisa memiliki perkataan dan kalimat yang lebih tepat melalui berbagai pertimbangan.

Conversation 1:

A: Nice talking to you dear. I have another call in the line. Talk to you later. (senang berbicara denganmu. Saya ada telpon lain sedang menunggu. Saya akan bicara denganmu lain waktu)

B: Sure. No problem (tentu tidak masalah)

Conversation 2:

X: Ann, sorry I think my battery is low (Ann, maaf sepertinya baterai ponselku sudah tinggal sedikit)

Y: Oke, I also need to go anyway (Oke. Saya juga harus pergi)

Conversation 3:

X: Thank you for the input. I will make the proper adjustment. (terima kasih atas masukkannya. Saya akan buat penyesuaian yang diperlukan)

Y: I am glad I can help (saya senang saya dapat membantu)

X: I will get off the phone right now and do it (saya akan menutup telpon dan segrta mengerjakannya sekarang juga)

Y: Ok Looking forward for the result (ok saya sangat menanti hasil akhirnya)

Itulah sederetan cara how to end a conversation. Baik situasi formal atau informal ada banyak hal yang dapat dikatakan untuk mengakhiri sebuah percakapan. Lakukan dengan terus terang kalau ada hal yang perlu Anda lakukan. Akhiri percakapan dengan meninggalkan kesan menyenangkan.

 

Pertanyaan dan Jawaban yang Sering Diajukan di Kontes Kecantikan
Percakapan Penerimaan Murid Baru dalam Bahasa Inggris
Percakapan di Terminal Bis dalam Bahasa Inggris
Contoh Percakapan di Apotek dalam Bahasa Inggris
Contoh Dialog Singkat Mengenai Kisah Sukses dalam Bahasa Inggris
Contoh Percakapan Inggris: Menanyakan Pekerjaan pada Teman yang Baru Dikenal
Contoh Percakapan antara Perawat dan Pasien dalam Bahasa Inggris
Percakapan di Restoran: Membuat Reservasi Restoran Via Telepon dalam Bahasa Inggris
Cara Mudah Bercerita dalam Bahasa Inggris
Contoh Soal Listening TOEFL: Percakapan Sehari-hari