sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Mendapatkan Resep dari Dokter (Getting Prescription from Doctor)

Saat kita sakit dan pergi ke dokter, terkadang dokter akan memberikan kita resep. Resep ini berisi catatan berupa obat yang harus kita konsumsi untuk meningkatkan dan memperbaiki kondisi kesehatan kita. Memang apotekerlah orang yang bisa membaca resep dokter sepenuhnya. Meskipun demikian, kita juga harus tahu bagian apa saja yang terdapat di dalam sebuah resep obat.

Kali ini kita semua akan belajar tentang resep dokter dalam Bahasa Inggris. Artikel ini akan membahas bagian-bagian yang pada umumnya tertera dalam resep dokter. Perlu diketahui bahwa artikel ini hanya akan membahas tentang resep dokter secara umum saja. Apabila ingin belajar tentang resep dokter secara lebih spesifik, misalnya belajar membaca jenis obat yang tertera dalam resep, sebaiknya langsung saja mencari di artikel atau buku yang berkaitan dengan kedokteran atau obat-obatan. Artikel ini hanya ditujukan untuk para English learners yang penasaran tentang resep dokter jika dituliskan dalam Bahasa Inggris.

Prescription

Dalam Bahasa Inggris, resep obat disebut dengan prescription. Resep obat juga dikenal dengan sebutan medical prescription atau doctor’s prescription. Namun, jika kita menyebutkan prescription saja dalam konteks tertentu, orang lain akan mengerti bahwa kita sedang mengacu kepada resep obat.

Mendapatkan resep obat disebut dengan “getting a prescription”, sedangkan memberikan resep obat disebut “give a prescription” atau “write a prescription”. Contoh:

  • I got a prescription from the doctor. (Saya mendapat resep dari dokter)
  • The doctor wrote me a prescription. (Dokter memberikan saya resep)

Contoh percakapan singkat mendapatkan resep dari dokter:

Doctor: I’m writing you a prescription to ease the headache and reduce the fever. (Saya akan memberikan Anda resep untuk mengurangi sakit kepala dan menurunkan demam)

Patient: Thank you. (Terima kasih)

Doctor: Here’s the prescription. It can be filled at any pharmacy. (Ini resepnya. Bisa ditebus di apotek mana saja)

Patient: Okay. Thanks. (Oke. Terima kasih)

Setelah kita mendapatkan resep dari dokter, kita harus menebusnya di apotek. Di bawah ini adalah beberapa frasa yang bisa diucapkan ketika kita ingin menebus resep kita di apotek:

  • I’d like to pick up a prescription, please. (Saya ingin menebus resep)
  • Can I pick up a prescription here? (Bisakah saya menebus resep di sini?)
  • Can I drop off a prescription here? (Bisakah saya menebus resep di sini?)
  • I’d like to have my prescription filled, please. (Saya ingin menebus resep saya)
  • Can you fill my prescription? (Bisakah saya menebus resep saya?)
  • I have a prescription. Can you fill it for me? (Saya punya resep. Bisa ditebusnya di sini?)
  • Is it possible if I pick up my prescription here? (Apakah saya bisa menebus resep saya di sini?)
  • Can I have a prescription filled, please? (Bisakah saya menebus resep?)
  • I have this doctor’s prescription. I’d like to get it filled, please. (Saya punya resep dokter. Saya ingin menebusnya)
  • I’d like to retrieve a prescription, please. (Saya ingin menebus resep)

Contoh percakapan singkat menebus obat di apotek:

Pharmacist: Good evening. How may I help you? (Selamat malam. Ada yang bisa dibantu?)

Patient: Can I pick up my prescription here? (Bisakah saya menebus resep saya di sini?)

Pharmacist: Certainly. (Tentu saja)

Patient: Here’s the prescription. (Ini resepnya)

Pharmacist: Please wait a minute. I’ll get the medicines for you. (Silakan tunggu. Saya akan mengambilkan obat-obatannya)

Patient: Sure. (Oke)

Pharmacist: Here you are. Take this medicine two times a day, and take this one three times a day. You have to take them after meal. (Ini obatnya. Minum obat yang ini dua kali sehari, dan yang ini tiga kali sehari. Anda harus meminumnya sesudah makan)

Patient: Okay. How much do I owe you? (Oke. Berapa yang harga semuanya?)

Pharmacist: $78. ($78)

Patient: Here’s the money. (Ini uangnya)

Pharmacist: Thanks. (Terima kasih)

Bagian-Bagian Resep Dokter

Tidak ada format khusus dalam sebuah resep obat, namun di dalam resep biasanya terdapat:

  • Patient details
  • Details of the prescribing doctor
  • Date of issue
  • Medication
  • Strength
  • Amount
  • Route
  • Frequency
  • Why
  • How much
  • Refills

Mari kita lihat pembahasannya satu per satu:

  • Patient Details

Pada bagian ini terdapat informasi tentang identitas pasien yang berupa nama lengkap (full name) dan tanggal lahirnya (date of birth). Hal ini dilakukan untuk kepentingan administrasi medis dan untuk mencegah kesalahan medis.

  • Details of the prescribing doctor

Di bagian ini kita akan menemukan informasi mengenai dokter yang memberikan resep. Informasi yang tercantum di sini berupa nama lengkap dokter beserta dengan kualifikasi profesionalnya, kontaknya yang bisa dihubungi, alamat klinik atau rumah sakit tempat ia bekerja, dan tanda tangannya.

  • Date of Issue

Ini adalah tanggal ketika resep dibuat. Tanggal ini harus dicantumkan agar apoteker tahu bahwa resep tersebut adalah resep terbaru. Tanggal juga diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan resep.

Harus diingat bahwa resep biasanya menggunakan format tanggal yang berlaku di negara resep dibuat. Misalnya saja jika resepnya dibuat di Amerika, maka format tanggalnya month-date-year (contoh: 12-02-2019 –> tanggal 2 bulan Desember tahun 2019). Jika resepnya di Inggris, maka format tanggalnya date-month-year (contoh: 02-12-2019 –> tanggal 2 bulan Desember tahun 2019).

  • Medication

Medication atau drug adalah bagian pada resep yang memberikan informasi mengenai jenis obat yang diresepkan oleh dokter. Pada bagian ini dokter akan menuliskan nama obat yang harus ditebus oleh pasien. Apabila ingin belajar lebih lanjut tentang jenis obat, kita bisa membaca buku atau artikel tentang kedokteran atau obat-obatan.

  • Strength

Bagian ini membeberkan informasi tentang berapa gram atau liter dosis dari obat yang diresepkan. Misal 10 mg, 1 ml, dsb.

  • Amount

Amount adalah berapa banyak dosis yang diresepkan yang berdasarkan strength-nya. Contoh: dokter menuliskan 50 mg, two tabs. Ini artinya obat tablet dengan strength 50 mg yang berjumlah dua.

  • Route

Route adalah cara masuk obat ke dalam tubuh. Maksudnya adalah cara pasien mengonsumsi obatnya, apakah diminum langsung melalui mulut, dioleskan di kulit, diteteskan di mata, dsb. Di bawah ini adalah beberapa cara penggunaan obat:

    • By mouth (lewat mulut)
    • Intramuscular (injeksi atau disuntik ke dalam otot)
    • Intravenous (injeksi atau dimasukan langsung ke dalam vena)
    • Intradermal (injeksi ke dalam dermis)
    • Intranasal (melalui hidung dengan cara disemprotkan atau dihisap)
    • Topical (dioleskan pada kulit atau diteteskan pada mata)
    • Per rectum (lewat anus)
    • Sublingual (ditempatkan di bawah lidah)

Masih banyak lagi cara menggunakan obat. Kita bisa mempelajari lanjut tentang hal ini dalam artikel atau buku terkait.

  • Frequency

Bagian selajutnya yang terdapat di dalam resep obat adalah frequency atau seberapa sering pasien harus mengonsumsi obatnya. Adapun frasa yang bisa digunakan untuk menyebutkan frekuensi penggunaan obat di antaranya adalah:

    • Daily (Harian)
    • Every other day (Dua hari sekali)
    • Twice a day (Dua kali sehari)
    • Three times a day (Tiga kali sehari)
    • Four times a day (Empat kali sehari)
    • Every bedtime (Setiap waktu tidur)
    • Every 4 hours (Setiap 4 jam)
    • Every 4 to 6 hours (Setiap 4 sampai 6 jam)
    • Every week (Setiap minggu)
  • Why

Terkadang ada obat yang hanya boleh dikonsumsi saat dibutuhkan saja (as needed). Misalnya, obat mual yang harus dikonsumsi saat mual saja. Dalam keadaan ini, dokter akan mencantumkan tanda PRN (pro re nata atau as circumstances may require atau ketika dibutuhkan) yang kemudian diikuti oleh alasan obat bisa dikonsumsi. Contoh: PRN headache. Ini artinya obat hanya boleh dikonsumsi saat sakit kepala menyerang saja.

  • How Much

Hal yang akan kita temui selanjutnya dalam sebuah resep obat adalah jumlah obat yang harus diberikan kepada pasien. Misalnya saja 30 tablet, 12 kapsul, 1 botol, 5 bungkus larutan, dsb.

  • Refills

Bagian terakhir yang ada pada resep obat adalah refills. Bagian ini membeberkan informasi tentang berapa kali pasien bisa menggunakan resep yang sama. Contoh: di dalam resep dituliskan 3 refills, itu artinya pasien bisa menebus resep ini sejumlah 3 kali.

Prescription Drug Labels

Obat yang diresepkan oleh dokter terkadang memiliki kemasan dan labelnya tersendiri yang berbeda dengan obat yang bisa kita beli secara langsung tanpa resep. Setiap apotek memiliki labelnya masing-masing sehingga satu apotek memiliki label obat resep yang berbeda dengan apotek lainnya. Meskipun demikian, label obat resep umumnya mencantumkan:

    • Pharmacy name, address, and phone number (Nama apotek alamat, dan nomor teleponnya)
    • Patient name and address (Nama pasien dan alamatnya)
    • The name of prescribing doctor (Nama dokter yang menuliskan resepnya)
    • Number of medicine quantity (Jumlah obat yang terdapat di dalamnya). Misal: 30 tables, 100 ml, dsb
    • Name of strength of drug (Nama dan kekuatan obat). Misal: Dimenhydrinate 50 mg.
    • Instruction on how and when to take the drug (Instruksi bagaimana dan kapan menggunakan obatnya). Misal: Take 1 tablet three times a day. (Minum 1 tablet sehari tiga kali)
    • Pharmaceutical manufacturer (Produsen pembuat obat)
    • Expire date (Tanggal kedaluwarsa obat)
    • Refill (Informasi tentang berapa kali pasien bisa menebus resepnya)
    • Date to place the refill order (Kapan kita bisa menebus lagi resepnya)
    • Date the prescription was written (Tanggal resep obat ditulis)
    • Date the drug was filled by pharmacy (Tanggal ditebusnya resep)
    • Required federal caution statement (Pernyataan peringatan federal yang wajib dicantumkan). Di Amerika, setiap label obat resep harus mencantumkan federal caution statement. Adapun bunyi peringatan ini adalah “Federal law prohibits the transfer of this drug to any person other than the patient for whom it was prescribed. (Undang-undang federal melarang pemindahan obat ini kepada siapapun kecuali pasien yang kepadanya obat ini diresepkan)

Pharmacy Information Sheets

Karena pada label obat resep tidak dicantumkan secara lengkap informasi keselamatan penggunaan obat, apoteker biasanya akan memberikan lembar informasi. Lembar informasi ini berisi:

  • Drug uses (Kegunaan obat)
  • How to use the drug (Cara menggunakan obat)
  • Side effect (Efek samping obat)
  • Warnings (Peringatan)
  • Precaution (Tindak pencegahan)
  • How to store the drug (Cara menyimpan obat)

Itulah informasi tentang resep obat dalam Bahasa Inggris. Kita memang tidak mengerti apa yang dituliskan dokter dalam resep karena dokter dan apoteker memiliki istilahnya tersendiri untuk resep. Namun, tidak ada salahnya kita tahu informasi secara umum tentang apa saja yang ditulis di dalamnya. Semoga apa yang dituliskan dalam artikel ini cukup bisa mencerahkan kita tentang informasi yang tertera dalam resep obat.

 

Contoh Percakapan Membuat Janji Bertemu Dokter (Doctor Appointment)
Percakapan tentang Bertukar Resep Masakan dalam Bahasa Inggris
Frasa yang Digunakan Ketika Bertemu Dokter
Percakapan Bahasa Inggris Menebus Resep di Apotek
Contoh Percakapan Dokter Dan Pasien (Doctor & Patient Conversation)
Conversation: Percakapan Dokter & Pasien tentang Diagnosa dalam Bahasa Inggris
Percakapan di Rumah Sakit (Menanyakan Dokter, Biaya Perawatan, dll)
Cara Berbicara kepada Dokter dalam Bahasa Inggris
Mendapatkan Resep dari Dokter (Getting Prescription from Doctor)