sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

How to Ask Politely Who is This (When Someone Calling/Texting)

Anda pasti pernah mendapat SMS (pesan singkat) atau telpon dari nomor yang tidak Anda kenal. Bisa menawarkan pinjaman, bertanya seperti seseorang yang Anda kenal atau berbicara layaknya teman lama.

Antara curiga orang yang menghubungi sebatas orang iseng, atau benar-benar seseorang yang Anda kenal. Anda harus memberikan respond. Lalu bagaimana menyingkapinya?

Mengabaikan tentu bukan sebuah pilihan. Tanpa ingin berkesan kasar, tentu Anda ingin langsung saja bertanya “Siapa ini?”. Anda mungkin tidak ingin berfikir panjang dan langsung saja bertanya. Tunggu dulu, ada cara yang lebih sopan untuk bertanya dengan sopan pada orang yang menelpon atau mengirim pesan yang tidak Anda kenal. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda pertimbangkan.

  1. Kalimat Tidak Langsung

Dari pada langsung bertanya “ Who is this?” rubah perkataan menjadi kalimat tidak langsung. Penggunaannya lazim pada situasi formil atau Anda tidak kenal dengan lawan bicara secara akrab. Kalimat tidak langsung dapat memperhalus pertanyaan jadi jauh lebih sopan.

    • Is there something I can help you with? (apakah ada yang bisa saya bantu?)
    • I am sorry, Do you know who do you want to talk to? (maaf, apakah Anda tahu dengan siapa Anda ingin bicara?)
    • Could you please tell me who am I speaking with? (bisakah Anda memberitahu saya, dengan siapa saya berbicara?)
    • Could you possibly inform me who is this calling? (dapatkah Anda menginfromasikan siapa yang menelpon?)
  1. Kata “Please”

Kalimat apapun yang diawali atau diakhiri kata “tolong” atau “Please” akan lebih sopan dan santun. Orang yang mendengarnya pun akan lebih bersedia untuk memberikan bantuan sesuai dengan ucapan yang dilontarkan.

    • Please, may I know who is calling? (tolong, bisakah saya tahu siapa yang menelpon?)
    • Could you please, tell me who do you want to talk to? (dapatkah Anda memberitahu saya, dengan siapa Anda ingin berbicara?)
    • I am sorry, Please mention your name again. (maaf. Tolong ulangi nama Anda lagi)
  1. Kalimat “Would you mind”

Kalimat yang diawali dengan kata “would you mind” atau “apakah anda keberatan” menunjukkan permintaan sopan yang diikuti dengan mempertimbangkan perasaan orang yang ditanya. Hal ini juga dapat dipakai untuk bertanya pada seseorang yang menelpon atau mengirim pesan yang Anda tidak kenal.

    • Would you mind helping me with your name. I am afraid you might get the wrong number (bisakah Anda memberitahukan nama Anda? Saya rasa Anda telah menelpon pada nomor yang salah)
    • Would you mind saying who is calling? (apakah Anda tidak keberatan mengatakan siapa yang menelpon?)
    • Would you mind telling me who are you looking for? (apakah Anda keberatan memberitahu saya, siapa yang Anda cari?)
  1. “Excuse me”

Kata ini bisa diartikan sebagai permintaan maaf. Suatu pembukaan yang umum untuk memulai pertanyaan pada orang yang tidak dikenal dengan sopan.

    • Excuse me, You may have the wrong number. I am not Alan (maaf, Anda mungkin mendapat nomor yang salah. Saya bukan Alan)
    • Excuse me, may I know who is this calling? (maaf, bisakah saya tahu siapa ini yang menelpon?)
    • Excuse me, I got your text and I am afraid I am a bit confuse. May I know who is texting? (maaf, saya telah menerima teks Anda dan saya sedikit kebingungan. Bisakah saya tahu siapa yang mengirim pesan ini?)
  1. Tidak Mengenali Nomor

Orang akan cukup tanggap bila mereka mendapatkan reaksi atas telpon atau pesan yang tidak sesuai dengan harapan. Jadi, langsung saja sebutkan alasan mengapa Anda tidak mengenal orang yang menelpon atau mengirim pesan.

    • I beg you pardon? I am sorry but I am not sure I am the person you wanted to call (maaf? Sepertinya bukan saya yang Anda ingin telpon)
    • I am not familiar with this number. Is it possible you send the test to the wrong person? (maaf. Saya tidak mengenali nomor telpon Anda. Apakah mungkin Anda mengirim pesan pada orang yang salah?)
    • Excuse me. I am sorry to tell you this. But this is not Dr. Alan’s phone number (maaf. Saya harus memberitahu Anda bahwa ini bukan nomor telpon Dr. Alan)
  1. Bertanya Dari Mana Dapat Nomor

Mungkin saja orang mendapatkan nomor Anda dari orang lain. Hal ini bisa terjadi untuk tawaran kerja atau hal lainnya. Jadi jangan terburu berkata kasar hanya karena Anda tidak mengenali nomor yang muncul pada layar ponsel.

    • Could you please tell me where do you get my number? (Maaf. Bisakah Anda beritahu saya dari mana Anda mendapat nomor saya?)
    • Excuse me. Can you tell me how you get my number? (maaf. Bisakah Anda beri tahu saya dari mana anda mendapat nomor telpon saya?)
    • This is Stephanie Red. However, I didnt save your number on my cellphone. May I know, how do you get my number? (Iya ini Stephanie Red. Tapi saya tidak menyimpan nomor telpon Anda di ponsel saya. Bisakah saya tahu siapa yang member tahukan nomor telpon saya?)
  1. Penelpon Bisnis

Kadang kita menerima telpon kantor dan orang yang menelpon tidak menyebutkan nama atau perusahaan yang diwakilinya. Sudah menjadi etika menelpon yang sopan untuk menanyakan keterangan tersebut agar saat telpon disambungkan dapat memberikan informasi yang jelas.

    • Thank you for calling. May I have your name and what Department are you from? (terima kasih sudah menelpon. Bisakah saya mendapatkan nama dan department tempat Anda bekerja?)
    • I will put you though to ms Annette our HRD officer. May I say who is calling? (saya akan menyambungkan telpon Anda pada Ibu Annette bagian HRD. Bisakah saya tahu siapa yang menelpon ini?)
    • Excuse me. What is your name again? I need it to inform Mr. Alex first. (maaf. Bisakah saya tahu nama Anda? Saya perlu menginformasikannya pada Pak Alex terlebih dahulu)

Contoh percakapan Via Telepon

Ingin contoh bagaimana bertanya dengan sopan pada orang yang Anda tidak kenal melalui telpon? Coba lihat beberapa contoh berikut.

Conversation 1

A: Sorry. I think the meeting need to be reschedules. (Maaf. Saya fikir rapatnya harus dirubah waktunya)

B : I beg you pardon? I am sorry, I am not aware of any meeting (maaf? Saya tidak tahu mengenai rapat apapun)

A : Isn’t this Mark Johnson? (bukankah ini Mark Johnson?)

B: I am terribly sorry. But this is Alan Burk. But I do know Mark. Excuse me, may I know your name? (saya sangat menyesal tapi ini adalah Alan Burk. Tapi saya kenal Mark. Maaf bisakah saya tahu siapa ini?)

A : This is Tim Morris from Indotech. I am so sorry. I must dial the wrong number (ini adalah Tim Morris dari Indotech. Maaf sepertinya saya salah menelpon)

B: Thank is perfectly alright (tidak masalah)

Conversation 2

A : Hi, Martha How Are you? (Hallo, Martha apa kabar?)

B : Pardon me? Who may I say is calling? (maaf? Siapakah ini yang menelpon?)

A : This is Rudy your coworker (Ini Rudi teman kerjamu)

B : I am very sorry Rudy. I am not Martha. You must have the wrong phone number (Saya sangat menyesal Rudy. Saya bukan Martha. Sepertinya Anda menelpon di nomor yang salah)

A : Oh, so sorry (Oh, saya minta maaf)

Conversation 3

A : BinaEdukasi. This is Lenny speaking (BinaEdukasi. Ini lenny berbicara)

B : Good morning, may I speak to Mr Ali Baldwin please? (selamat pagi, bisakah saya bicara dengan Pak Ali Baldwin?)

A : Who may I say is calling? An what is the nature of your call? (bisakah saya mendapatkan nama Anda beserta keperluanya untuk menelpon?)

B : Oh yes. This is Dan Brown from Hits Publishing. I need to talk to Mr Baldwin about a book deal (Oh iya. Saya adalah Dan Brown dari Percetakan Hits. Saya perlu berbicara dengan Pak Baldwin mengenai kesepakatan buku)

A : Ok Mr Brown. I will see if he is in his office. Hold on for one moment (Baik Pak Brown. Saya akan lihat apakah dia berada dikantornya. Tunggu sebentar)

Contoh Percakapan Melalui Pesan Singkat

Anda dapat pesan singkat dari orang tidak dikenal dan ingin memberikan respon yang pantas? Coba bertanya tentang orang yang mengirim pesan singkat tersebut dengan sopan.

Contoh 1

A: We need talk as soon as possible. I will see you at the coffee shop in an hour (kita perlu bicara secepatnya. Saya akan menunggumu dikedai kopi dalam waktu satu jam lagi)

B: I am very sorry. I am not familiar with your number. May I know who do you want to talk to? (maaf, saya tidak mengenal nomor Anda. Bisakah saya tahu siapa yang Anda cari?)

A:  Sorry, My mistake. I must have text the wrong person (maaf, saya sepertinya mengirim pesan pada orang yang salah)

B: Thank is completely fine. I hope can reach him or her. (tidak apa2. Semoga Anda dapat menghubungi orang tersebut)

Contoh 2

A: Annisa. Are you busy? Lets have lunch today. What do you say? (Annisa. Apakah kamu sibuk? Ayo kita makan siang. Bagaimana?)

B: Yes. This is Annisa. Unfortunately I didnt seems to save your number on my phone. I am very sorry. Who is texting if you dont mind? (Iya. Ini Annisa. Sayangnya saya sepertinya tidak menyimpan nomor telpon Anda di ponsel saya. Maaf sekali. Kalau boleh tahu siapa ini yang mengirimkan pesan?)

A: This is Andrew from collage. Well, it has been awhile and I did change my phone number. (Ini Andrew teman kuliah. Ya sudah lama kita tidak berbincang-bincang selain itu saya juga mengganti nomor telpon saya.)

B: Oh. Andrew. Nice to hear from you again. I would love to have lunch sometimes, I am busy right now. I will save your phone number (Oh. Adrew. Senang mendengar kabar darimu lagi. Saya akan senang untuk pergi makan siang denganmu suatu saat nanti, sayangnya sekarang saya sibuk. Saya akan menyimpan nomor telponmu)

A: Great. I will contact you again (bagus. Saya akan menghubungimu lagi nanti)

Selain kata pembuka dan penggunaan kata yang sudah dibahas di atas, ada banyak hal yang perlu diperhatikan saat bertanya kepada orang yang menelpon atau mengirim pesan singkat yang Anda tidak kenal secara sopan. Gunakan intonasi yang tepat untuk menghindari rasa canggung. Bila ada kesalahpahaman tidak perlu memperpanjang dan segera sudahi percakapan dengan singkat dan sopan.

 

Mengatakan ‘Cepetan’ dengan Sopan (How To Politely Say Something Is Urgent / ASAP)
Kamu Bau Deh .. (How To Politely Say Someone Smells)
Menolak Tawaran Kerja (How to Say No Politely to A Job Offer)
Cara Menolak Undangan dengan Sopan (How Do You Politely Decline An Invitation)
Cepetan dong.. (How to Ask Someone to Hurry Up Politely)
Cara Lain Mengatakan Sibuk Dengan Sopan (How To Say Busy Politely In English)
Mengatakan Sakit Secara Sopan (How To Say That You Are Sick Politely)
Mengatakan “Tidak” dengan Sopan (How to Say “No” in English Politely)
Berbicara “Buruk” dengan Sopan (How to Say Crap Politely)
Menolak dengan Sopan di Kantor (How To Say No Politely At Work)