sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Meminta Maaf Dengan Sopan (How To Apologize Politely In English)

Apologize atau meminta maaf adalah salah satu bentuk kesopanan seseorang yang biasa diterapkan dalam berbagai macam situasi. Ada saat dimana kita mengucapkan maaf hanya untuk formalitas. Ada juga saat dimana kita harus mengucapkan maaf saat kita benar-benar melakukan sebuah kesalahan. Meminta maaf bisa dilakukan dengan berbagai cara, terutama pada penggunaan bahasa Inggris. Ada banyak aspek yang harus kita pertimbangkan saat akan meminta maaf dalam bahasa Inggris seperti kepada siapa kita berbicara, situasi yang sedang terjadi, posisi kita dalam situasi tersebut dan lain sebagainya. Berikut beberapa cara untuk meminta maaf dalam bahasa Inggris dalam berbagai situasi.

1. “Sorry

Kata “sorry” atau “maaf” merupakan kata paling dasar dan paling mudah untuk diterapkan. Kata ini bisa di terapkan dalam berbagai situasi, baik pada situasi formal dan non-formal. Berikut contoh penerapan kata “sorry” pada situasi non-formal atau saat anda melakukan kesalahan-kesalahan kecil seperti tidak sengaja menabrak orang di jalan atau salah memanggil nama orang. Pada saat itu terjadi anda bisa menggunakan kalimat berikut.

  • Sorry. (Maaf.)
  • Oh! Sorry. (Oh! Maaf.)
  • Oops! Sorry. (Oops! Maaf.)
  • Sorry about that. (Maaf soal itu.)

Selain itu anda juga bisa menggunakan beberapa kata gaul atau slang words untuk situasi non-formal. Contohnya sebagai berikut.

  • Oh! My bad. (Oh! Salahku.)
  • Whoops! My fault. (Whoops! Salahku.)

Sedangkan dalam situasi formal atau saat anda melakukan kesalahan yang lebih berat anda bisa menambahkan beberapa kata pada kata “sorry” dan dengan penjelasan kesalahan yang anda lakukan. Contohnya sebagai berikut.

I’m sorry. / I am sorry. (Saya minta maaf.)

    • I’m sorry for losing your book. (Saya minta maaf karena saya menghilangkan buku milikmu.)
    • I’m sorry for the inconvenience. (Saya minta maaf atas ketidaknyamanannya.)

Jika anda merasa sangat menyesal, anda bisa menambahkan kata “so” diantara kata “I’m” dan “sorry”. Contohnya sebagai berikut.

I’m so sorry. / I am so sorry. (Saya minta maaf; Saya sangat menyesal.)

    • I’m so sorry for my mistakes. (Saya minta maaf atas kesalahan saya.)
    • I’m so sorry. I spilled some tea on your book. (Saya sangat menyesal. Saya   menumpahkan teh di buku milikmu.)

Selain kata “so” bisa juga menggunakan kata “terribly” / “very” / “really” untuk menunjukkan penyesalan anda.

    • I’m terribly sorry about the broken glass. (Saya sangat menyesal atas gelas yang saya pecahkan.)
    • I’m very sorry to let you down. (Saya sangat menyesal telah mengecewakan anda.)
    • I’m really sorry for being late. (Saya benar-benar minta maaf atas keterlambatan saya.)

2. “Apologize”

Penggunaan kata “apologize” diterapkan dalam situasi formal, seperti dalam lingkungan kerja atau kepada orang-orang yang memiliki hubungan formal dengan anda. Penggunaan kata “apologize” bisa diterapkan dalam berbagai bentuk. Berikut beberapa contoh kalimat dengan penggunaan kata “apologize”.

  • I apologize + for/if … [ops.] (Saya minta maaf + atas/jika … [opsional])
    • I apologize. I was mistakenly took your phone. (Saya minta maaf. Saya keliru mengambil telepon anda.)
    • I apologize for the delay. (Saya minta maaf atas keterlambatannya.)
    • I apologize if I’m being too direct. (Saya minta maaf jika saya terlalu terus terang.)
  • I’d like to apologize + for/if … (ops.) (Saya ingin minta maaf + atas/jika … [opsional])
    • I’d like to apologize. I’m sorry for my mistakes. (Saya ingin minta maaf. Saya minta maaf atas kesalahan-kesalahan saya.)
    • I’d like to apologize for my mistakes. (Saya ingin minta maaf atas kesalahan-kelasan saya.)
    • I’d like to apologize if I hurt you feelings. (Saya ingin minta maaf jika saya menyakiti perasaan anda.)
  • I would like to apologize + for/if … (ops.) (Saya ingin minta maaf + atas/jika … [opsional])
    •  I would like to apologize. I was the one who mistakenly cancelled the meeting. (Saya ingin minta maaf. Saya yang keliru membatalkan rapat tersebut.)
    • I would like to apologize for how I reacted yesterday. (Saya ingin minta maaf atas reaksi saya kemarin.)
    • I would like to apologize if I am being to direct. (Saya ingin minta maaf jika saya terlalu terus terang.)
  • I owe you an apology. + for … (ops.) (Saya berutang maaf padamu + atas/karena … [opsional])
    •  I owe you an apology. I am really sorry for what I have done. (Saya berutang maaf padamu. Saya sangat menyesal atas apa yang telah saya perbuat.)
    • I owe you an apology for treating you unfair. (Saya berutang maaf padamu karena memperlakukanmu secara tidak adil.)
  • My apologies. (Saya minta maaf.)
    •  My apologies, but your order can’t arrive on Wednesday.
    • (Saya minta maaf, tetapi pesanan anda tidak bisa sampai pada hari Rabu.)
    • Sorry, my apologies. I was mistakenly took your files. (Maaf, saya minta maaf. Saya tidak sengaja mengambil dokumen anda.)

3. “Pardon”

Kata “pardon” merupakan sebuah kata kerja yang artinya mengizinkan sebagai bentuk kesopanan. Sedangkan dalam kata benda, kata “pardon” berarti pengampunan atau toleransi. Kata “pardon” biasa digunakan dengan harapan agar orang tersebut mau memaafkan atau menoleransi kesalahan kita. Kata “pardon” bisa diterapkan dalam situasi formal dan non-formal. Penggunaan kata “pardon” sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari kalimat “I beg your pardon” yang artinya “saya memohon pengampunan/toleransi anda” tetapi penggunaan kalimat tersebut sangat jarang digunakan saat ini. Berikut beberapa contoh kalimat yang bisa diterapkan dengan penggunaan kata “pardon”.

  • Pardon (Maaf)

Pardon? (Maaf?)

  • Pardon me

Pardon me? (Maafkan saya?)

Dua contoh kalimat di atas bisa diterapkan saat anda meminta lawan bicara anda untuk mengulang apa yang ia bicarakan karena anda tidak mendengar dengan jelas sebelumnya.

    • Pardon me, are you unwell? (Maafkan saya, apakah kamu sakit?)
    • Pardon me, I didn’t mean to offend you.  (Maafkan saya, saya tidak bermaksud untuk menyinggung anda.)
  • I beg for your pardon (Saya memohon pengampunan/toleransi anda.)

I beg for your pardon, sir. I will not do it again. (Saya mohon pengampunan anda, pak. Saya tidak akan melakukannya lagi.)

4. “Excuse me”

Kata “excuse me” biasa diterapkan saat ingin mempersilakan diri sendiri dengan sopan. Penggunaan kata “excuse me” biasanya diterapkan saat akan memotong pembicaraan orang lain atau saat anda meminta orang lain untuk membuka jalan untuk anda contohnya saat jalan di mall, escalator dan lain sebagainya. Kata “excuse me” juga bisa diterapkan saat anda melakukan kesalahan yang melanggar kebiasaan sosial. Berikut beberapa contoh kalimat yang bisa diterapkan dengan penggunaan kata “excuse me” dalam berbagai situasi.

  • Saat anda meminta orang lain untuk memberikan jalan untuk anda.
    • Excuse me, sir. (Permisi, pak.)
  • Saat anda meminta orang lain untuk mengulang kata-katanya.
    • Excuse me? (Maaf?)
    • Excuse me? I’m sorry, can you repeat what you said earlier? (Maaf? Saya minta maaf, apakah kamu bisa mengulang apa yang kamu katakan barusan?)
  • Saat anda memotong pembicaraan seseorang.
    • Excuse me. I’m sorry to bother you but can I speak with you for a while?(Permisi. Saya minta maaf karena telah mengganggu anda tetapi apakah saya bisa berbicara denganmu sebentar?)
    • Excuse me sir, but the director asked for your presence now. (Permisi pak, tetapi direktur meminta kehadiran anda sekarang.)
  • Saat anda melakukan suatu kesalahan.

Excuse me, I didn’t realize that using shoes indoors was considered impolite here. (Maafkan saya, saya tidak menyadari bahwa memakai sepatu di dalam   ruangan dianggap tidak sopan di sini.)

5. “My fault/mistake”

Cara lain untuk meminta maaf yaitu dengan mengakui bahwa anda telah melakukan kesalahan. Dalam bahasa Inggris, bisa dengan menggunakan kata “my fault/miskake” yang dalam bahasa Indonesia berarti “salahku/kesalahan saya”. Berikut beberapa contoh kalimat yang bisa diterapkan dengan penggunaan kata “my fault/miskake”.

  • It’s my fault. — present (Ini merupakan kesalahan saya. — saat ini)

It’s my fault. I never thought you would feel that way. (Ini merupakan kesalahan saya. Saya tidak pernah berpikir bahwa anda akan merasa seperti itu.)

  • It was my fault. — past (Ini merupakan kesalahan saya. — masa lampau.)

It was my fault. I accidentally spilled some tea on your files. (Ini merupakan kesalahan saya. Saya tidak sengaja menumpahkan teh di arsip milikmu.)

  • It’s all my fault. — present (Semua itu merupakan kesalahan saya. — saat ini)

It’s all my fault. I was the one who asked Tom to cancel the reservation. (Semua itu merupakan kesalahan saya. Saya yang menyuruh Tom untuk membatalkan pemesanan.)

  • It was all my fault. — past (Semua itu merupakan kesalahan saya. — masa lampau.)

It was all my fault, sir. I am sorry for the inconvenience. (Semua itu merupakan kesalahan saya, pak. Saya minta maaf atas ketidaknyamanannya.)

6. “Please forgive me”

Kalimat “please forgive me” biasa digunakan saat seseorang melakukan kesalahan yang berat atau kesalahan yang kemungkinan besar membuat orang lain kecewa, sedih atau marah. “Please forgive me” artinya adalah “mohon ampuni saya”, biasanya digabung dengan penggunaan kata “sorry”. Kalimat ini bisa diletakkan di awal kalimat atau di akhir kalimat, tergantung dengan susunan kalimatnya. Berikut contoh kalimat dan susunannya dengan penggunaan kata “please forgive me”.

  • Please forgive me. + explanation + “sorry” sentence [ops.] (Mohon ampuni saya. + penjelasan + kalimat “maaf” [opsional])

Please forgive me. I accidentally broke your favorite mug. I’m terribly sorry about that. (Mohon ampuni saya. Saya tidak sengaja memecahkan gelas kesukaan anda.Saya sungguh menyesal akan hal itu.)

  • “Sorry” sentence + explanation + please forgive me (Kalimat “maaf” + penjelasan + mohon ampuni saya.)

I am so sorry. I can’t come to your wedding tomorrow. Please forgive me.(Saya sungguh menyesal. Saya tidak bisa datang ke pernikahanmu besok. Mohon ampuni saya.)

Penggunaan kalimat-kalimat maaf seperti di atas perlu dipertimbangkan sesuai dengan situasi, posisi anda dan berbagai hal lainnya agar tidak memberikan kesan yang berlebihan atau malah memberi kesan meremehkan. Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah intonasi, ekspresi dan sikap saat menyampaikan maaf. Sekian pembelajaran hari ini. Selamat belajar dan mencoba.

 

Memulai Surat yang Sopan (How To Start a Polite Letter in English)
Cara Bertanya dengan Sopan (How To Ask A Polite Question)
Cara Resign dari Pekerjaan dengan Baik dan Sopan
Menyatakan Tidak Setuju dengan Sopan (How To Say Disagree Politely)
Frasa/Kalimat Sopan yang Digunakan Resepsionis Hotel
Bagaimana Menolak Undangan dengan Sopan?
Mengatakan “Tidak” dengan Sopan (How to Say “No” in English Politely)
Berbicara “Buruk” dengan Sopan (How to Say Crap Politely)
Cara Menulis Email yang Sopan (How to Write a Polite Email)
Mengatakan “Selamat Tinggal” dengan Ramah dan Sopan (Say “Goodbye” in a Friendly and Polite Way in English)