sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Penggunaan ‘BEEN’ vs ‘GONE’

Memahami tata bahasa suatu bahasa asing merupakan salah satu kunci menguasai bahasa tersebut. Walaupun harus diakui, tata bahasa atau grammar merupakan salah satu momok yang cukup sulit untuk dikuasai saat mempelajari bahasa asing. Hal ini karena ada banyak hal yang harus dihapalkan atau diingat. Meskipun begitu, suka tidak suka, kita tidak punya pilihan selain mempelajari grammar untuk memperlancar kemampuan bahasa Inggris.

Untuk itu, kali ini kita akan membahas salah satu dari sekian banyak grammar dalam bahasa Inggris yang sering sekali muncul dalam kalimat yang digunakan sehari-hari, yakni penggunaan been dan gone.

Menarik untuk membahas keduanya, karena tidak jarang kita salah menempatkan kedua kata tersebut dalam sebuah kalimat. Mungkin masih banyak di antara kita berpikir bahwa keduanya bisa saling menggantikan dalam hal fungsi ?

Faktanya, been dan gone adalah dua kata yang berbeda. Oleh karena itu, aturan yang menyertainya pun berbeda. Untuk lebih jelasnya, mari simak artikel berikut hingga akhir.

BEEN/BEEN TO

Been, atau been to merupakan bentuk kata kerja ketiga (past participle) dari kata be. Penggunaan been untuk menjelaskan bahwa suatu perjalanan atau kunjungan telah selesai dilakukan dan tidak berada di tempat tersebut lagi.

Sederhananya, jika Anda melakukan perjalanan dari kota A ke kota B dan kemudian telah kembali ke kota A, maka untuk menjelaskannya Anda menggunakan been.

Been bisa digunakan dengan menambahkan to setelahnya, atau tanpa adanya penambahan to. Tergantung konteksnya.

Contoh kalimat:

  • I have been to Jakarta on business several times. That’s why I am quite familiar with that city. (Saya pernah ke Jakarta untuk urusan bisnis beberapa kali. Itulah mengapa saya cukup mengenali kota tersebut)
  • She has been to London twice. (Dia pernah ke London dua kali)

Been juga digunakan saat Anda ingin menanyakan tentang pengalaman seseorang di masa lalu, seperti contoh di bawah ini:

  • Have you been eating durian lately ? I just couldn’t handle the smell of it. (Apakah kamu belakangan ini makan durian ? Saya tidak tahan dengan baunya)
  • Have you ever been to Bali ? I need to know what it feels taking vacation there. (Apakah kamu pernah ke Bali ? Saya ingin tahu bagaimana rasanya liburan di sana)

BEEN IN

Selain been/been to, ada lagi yang namanya been in. Been in digunakan untuk memberikan informasi tentang berapa lama Anda pernah berada di suatu tempat.

Contoh kalimat:

A : How long have you been in Bali ? (Berapa lama Anda di Bali ?)

B : I have been in Bali for four years and considered that city as my  second home. (Saya berada di Bali selama empat tahun dan telah menganggap kota itu sebagai rumah keduaku)

GONE/GONE TO

Gone merupakan bentuk ketiga (past participle) dari kata go (pergi). Penggunaan gone dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa seseorang telah melakukan perjalanan atau kunjungan ke suatu tempat dan perjalanan tersebut belum selesai.

Sederhananya, seseorang yang melakukan perjalanan tersebut masih berada di tempat tujuannya, dan belum kembali ke tempat asalnya.

Contoh kalimat:

  • She has gone to school this morning. (Dia telah pergi ke sekolah pagi ini)
  • Mom has gone to the market to buy groceries. (Ibu telah pergi ke pasar untuk membeli barang kebutuhan)

Gone juga digunakan untuk menjelaskan tentang keberadaan seseorang dan mengapa seseorang tersebut belum kembali.

Contoh kalimat:

Lala: Hi Adi, is your bother at home? (Hi Adi, apakah saudaramu ada dirumahmu ?)

Adi: No, my brother is not at home right now. He has gone to the   park with some friends. (Tidak, dia sedang tidak berada dirumah sekarang. Dia pergi ke taman dengan teman-temannya)

Jika diperhatikan bahwa penggunaan kata ganti I dan We tidak dimungkinkan saat menggunakan gone/gone to. Hal ini karena akan terasa aneh saat seseorang membicarakan dirinya sendiri yang seharusnya sedang berada di suatu tempat berbeda dengan si penanya.

PENGGUNAAN BEEN DAN GONE DI FUTURE PERFECT

Pada umumnya yang sering kita temukan been dan gone digunakan pada keterangan waktu (tenses) present perfect. Namun begitu, keduanya juga bisa menggunakan keterangan waktu future perfect.

Pola kalimat been dan gone pada keterangan waktu future perfect, sebagai berikut:

Subject + will + have + been to

Subject + will + have + gone to

Contoh kalimat:

  • They will have been to the school by the time I get home tomorrow morning.(Mereka sudah akan berada di sekolah saat saya tiba di rumah besok pagi)
  • She will have gone to the office by the time you call her. (Dia sudah akan pergi ke kantor saat kamu menelponnya)

PENGGUNAAN BEEN DAN GONE DI PAST PERFECT

Been dan gone juga bisa menggunakan keterangan waktu past perfect. Polanya seperti di bawah ini:

Subject + had + been + to

Subject + had + gone + to

Had been to menunjukkan bahwa seseorang telah pergi ke suatu tempat dan kembali dari tempat tersebut. Sementara had gone to menunjukkan bahwa seseorang tidak sedang berada di tempat di suatu waktu di masa lampau.

Contoh kalimat:

  • She had been to the park, so she was not excited when you asked her to go the park. (Dia telah ke taman, jadi dia tidak terlalu bersemangat saat kamu mengajaknya ke taman)
  • He had gone to the dentist, so he wasn’t home when his mom came. (Dia telah pergi ke dokter gigi, jadi dia sedang tidak di rumah saat ibunya datang)

 

Penggunaan ‘Or’ vs ‘Nor’
Penggunaan Kata ‘Etc.’
Perbedaan Penggunaan Many vs Much
Mengenal Ungkapan No Hard Feelings, Arti dan Penggunaannya
Penggunaan Due to vs Because of
Penggunaan Kata Could
Penggunaan “How Do You Do?”
Penggunaan “That”
Penggunaan ‘How’
Penggunaan I vs Me