sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Penggunaan “Was” dan “Were”

Kita tentu sudah familiar dengan was dan were saat mempelajari Bahasa Inggris. Was dan were merupakan to be yang cukup sering digunakan dalam Bahasa Inggris. Namun kedua to be ini mirip-mirip sehingga banyak yang masih keliru menggunakannya.

Supaya dapat menggunakan was dan were dengan benar, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini, ya!

Was

Was merupakan to be yang digunakan untuk menjelaskan kondisi lampau atau past tense. To be was dipakai untuk kata ganti he (dia laki-laki), she (dia perempuan), it (dia, itu), dan I (saya). Lebih jelasnya dapat dilihat pada contoh-contoh berikut:

  • He

He was waiting for you just until several minutes ago, so maybe he’s still around here

(Dia tadi nunggu kamu sampai beberapa menit yang lalu, jadi mungkin dia masih ada di sekitar sini)

  • She

She said that she was studying Math last night, but she forgot that today we don’t have that subject in the class

(Dia bilang semalam dia belajar Matematika, tapi dia lupa kalau hari ini kita nggak ada pelajaran itu di kelas)

  • It

I still couldn’t believe that I went to the event yesterday, it was a really great event

(Aku masih nggak percaya kalau aku ke acara itu kemarin, itu benar-benar acara yang keren)

  • I

Last week I was at my grandmother’s place while he was at the town, so we didn’t meet each other

(Pekan lalu aku lagi di rumah nenekku sedangkan dia ada di kota, jadi kita nggak ketemu satu sama lain)

Were

Berbeda dengan was yang memiliki satu penggunaan, were bisa digunakan untuk tiga kondisi. Berikut tiga penggunaan were dalam kaidah Bahasa Inggris:

Past Tense

Sama seperti was, were juga digunakan untuk menjelaskan kondisi lampau atau past tense. Namun bedanya, were pada past tense digunakan untuk kata ganti you (kamu), we (kita), dan they (mereka). Lebih jelasnya mengenai penggunaan were ini dapat dilihat pada contoh.

  • You

Please don’t forget the fact that you were a teacher, even though you are not anymore

(Tolong jangan lupakan kenyataan kalau kamu pernah jadi guru, meskipun sekarang sudah tidak lagi)

  • We

Yesterday we were eating lobster at a fancy restaurant, and we went to park after that

(Kemarin kami makan lobster di restoran mahal, dan kami pergi ke taman setelah itu)

  • They

Last tournament, they were doing their best so they got many gold medals

(Turnamen lalu, mereka melakukan yang terbaik jadi mereka mendapatkan banyak medali emas)

Unreal Condition

Selain past tense, were juga dapat digunakan sebagai unreal condition (kondisi tidak nyata). Maksudnya, were digunakan saat kita mengucapkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi atau mustahil. Penggunaan were dalam unreal condition dicirikan juga dengan kata if (jika) dalam kalimat tersebut.

Untuk were dalam penggunaan unreal condition, semua kata ganti dapat menggunakannya. Ini berarti kata ganti he, she, it, dan I juga menggunakan were dalam kondisi tersebut.

Supaya lebih jelas, silakan simak contoh berikut.

  • Ian: Terry, yesterday match was amazing! It would be great if you were here and watch the match together (Terry, pertandingan kemarin keren banget! Bakal seru kalau kamu kemarin disini dan nonton pertandingan bareng)

Terry: Yeah, I would like too. But I can’t do anything about urgent work, right? (Yah, aku juga maunya gitu. Tapi aku nggak bisa apa-apa kalau ada kerjaan mendadak, kan?)

  • Dian: I can’t help but thinking about it, Karin. If I were a medical student too, maybe I can help that lady yesterday (Aku kepikiran terus soal itu, Karin. Kalau aku juga mahasiswa kedokteran, mungkin aku bisa nolong wanita itu kemarin)

Karin: Don’t beat yourself up too much, Dian. You did the best you could, calling the medical personel. And you know, you’re already cool as fashion student (Jangan nyalahin diri sendiri terus, Dian. Kamu udah berusaha yang terbaik, panggil orang medis. Dan kamu harus tahu, kamu udah keren sebagai mahasiswa fashion)

Wishful Thinking

Penggunaan were yang terakhir adalah sebagai bentuk wishful thinking (harapan/keinginan). Were disini digunakan ketika kita mengharapkan atau menginginkan sesuatu. Biasanya pada kalimat tersebut didahului dengan kata wish (berharap).

Sama seperti pada penggunaan unreal condition, pada wishful thinking juga tidak terikat pada kata ganti tertentu saja. Semua kata ganti termasuk he, she, it, dan I menggunakan were dalam wishful thinking.

Untuk lebih jelas, silakan disimak contoh berikut.

  • Jane: Why you look so down, Yuna? Problem with your parents again, huh? (Kenapa kok kamu lesu banget, Yuna? Masalah sama orangtua kamu lagi, ya?)

Yuna: Yeah, old same story. I wish they were more attentive and understand me better (Yah, cerita lama. Aku harap mereka bisa lebih perhatian dan mengerti aku)

  • Genta: Hannah, your boyfriend didn’t come to our school festival? I didn’t see him anywhere (Hannah, pacar kamu nggak dateng ke festival sekolah kita? Aku kok nggak lihat dia dimana-mana)

Hannah: He went to his hometown for some family business. But I wish he were here, coming through our school gate right now (Dia pulang kampung karena urusan keluarga. Tapi aku harap dia ada disini, muncul di depan gerbang sekolah kita sekarang)

Demikianlah pembahasan mengenai penggunaan to be was dan were dalam kaidah Bahasa Inggris. Pastikan menggunakan kedua to be ini dengan tepat sesuai dengan aturan, ya. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

Penggunaan “Between” dan “Among”
Perbedaan Penggunaan Just, Already, Still, Yet
Perbedaan Penggunaan Sick, Ill, Hurt, Pain, dan Ache
Penggunaan “That”
Penggunaan “In Terms Of”
Penggunaan Is vs Are
Penggunaan Kata Could
Penggunaan ‘Who’
Penggunaan “Based on My Experience”
Penggunaan Meet, Meet With, dan Meet Up