sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Perbedaan Comparative vs Superlative

“Two is better than one.”

“You are the best!”

Sebagian besar dari kita mungkin pernah menemukan kedua kalimat di atas. Tahukah bahwa kalimat-kalimat tersebut termasuk ke dalam contoh comparative dan superlative dalam bahasa Inggris?

Mungkin saat ini kita tengah bertanya-tanya “apa sih comparative dan superlative itu?”, “mengapa kedua kalimat di atas termasuk ke dalam contoh comparative dan superlative?”. Jangan khawatir, karena kita akan menemukan jawabannya melalui pembahasan di bawah ini.

Comparative

Comparative adalah adjective (kata sifat) atau adverb (kata keterangan) yang menunjukkan jumlah atau tingkatan yang lebih. Dengan kata lain, comparative adalah tingkat perbandingan yang “lebih”. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat kembali salah satu contoh kalimat yang telah kita lihat di awal artikel ini:

“Two is better than one.” (Dua lebih baik dari satu)

Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk ke dalam comparative, yakni menjelaskan perbandingan bahwa satu hal (two) memiliki sifat yang lebih (better) dibandingkan dengan hal lainnya (one). Contoh lain:

“He runs slower than me.” (Dia berlari lebih pelan dari saya)

Kata yang digarisbawahi di atas juga termasuk comparative. Bisa kita lihat bahwa satu hal (he) melakukan sesuatu (run) dengan cara yang lebih (slower) dibandingkan dengan hal lainnya (me).

1. Fungsi Comparative

Kita sudah tahu bahwa fungsi comparative adalah untuk membandingkan dua hal. Saat membandingkan dua hal, gunakanlah “than”. Contoh:

  • John is taller than Peter. (John lebih tinggi dari Peter)
  • This ring is more expensive than this necklace. (Cincin ini lebih mahal dari kalung ini)
  • Ants are much smaller than elephants. (Semut jauh lebih kecil dari gajah)
  • Andi is more diligent than Budi. (Andi lebih rajin dari Budi)

Kita juga bisa menggunakan comparative untuk membuat perbandingan. Contoh:

  • We need a bigger bag. (Kita butuh tas yang lebih besar) –> kalimat ini sebenarnya membandingkan tas yang sudah kita punya dengan tas yang kita butuhkan. Hanya saja tas yang kita punya tidak disebutkan dalam kalimat ini. Walaupun begitu, kalimat ini menyampaikan secara tersirat bahwa tas yang kita punya tersebut berukuran kecil, sehingga kita butuh tas yang berukuran lebih besar.
  • She feels lonelier now. (Dia merasa lebih kesepian sekarang) –> membandingkan perasaan dia pada waktu dulu dan sekarang. Apa yang dia rasakan pada waktu dulu tidak disebutkan secara tersurat.

Selain itu, comparative juga bisa dipakai untuk menunjukkan perubahan. Gunakanlah comparative dua kali dan sisipkan “and” di antara kedua comparative tersebut (comparative and comparative). Contoh:

  • The weather is getting colder and colder. (Cuacanya semakin dingin)
  • Cellphones are getting smarter and smarter. (Ponsel semakin cerdas)
  • Colleges are getting more and more expensive. (Perguruan tinggi semakin mahal)

2. Cara Membentuk Comparative

Kita sudah tahu fungsi dari comparative. Sekarang kita akan belajar untuk mengubah adjective atau adverb menjadi bentuk comparative.

  • Adjective atau adverb yang memiliki satu suku kata:
    • Tambahkan –er dibelakang kata yang memiliki satu suku kata. Misal: Small –> smaller, long –> longer, slow –> slower, soon –> sooner
    • Untuk kata dengan pola konsonan + vokal + konsonan, tambahkan konsonan akhir sebelum –er. Misal: fat –> fatter, big –> bigger, mad –> madder, sad –> sadder, dsb
  • Adjective atau adverb yang memiliki dua suku kata:
    • Tambahkan -er sebelum adjective atau adverb yang memiliki dua suku kata. Misal: busy –> busier, happy –> happier, slowly –> slower, closely –> closer, dsb
    • Kita juga bisa menambahkan more di depan adjective atau adverb yang memiliki dua suku kata. Misal: evil –> more evil, simple –> more simple, brightly –> more brightly, dsb
    • Sebagian adjective dan adverb dengan dua suku kata memang lebih umum menggunakan –er, dan sebagiannya lagi lebih umum menggunakan Jika kita ragu apakah harus menambahkan –er atau more untuk adjective atau adverb dengan dua suku kata, lebih baik gunakanlah more.
  • Adjective atau adverb yang memiliki lebih dari dua suku kata:
    • Tambahkan more di depan adjective atau adverb yang memiliki lebih dari dua suku kata. Misal: important –> more important, creative –> more creative, carefully –> more carefully, quietly –> more quietly, dsb
  • Irregular:
    • Terdapat juga bentuk comparative yang tidak beraturan. Misal: good –> better, far –> further, bad –> worse, dsb

Superlative

Superlative adalah adjective (kata sifat) atau adverb (kata keterangan) yang menunjukkan jumlah atau tingkat perbandingan yang “paling” atau “ter-“. Di awal artikel ini, kita telah melihat contoh kalimat “you are the best!” (Anda yang terbaik!). Kata yang digarisbawahi tersebut berfungsi untuk menjelaskan bahwa seseorang (you) memiliki sifat yang paling (best) di antara yang lainnya.

Mari kita lihat contoh lain:

“She sings most beautifully by far” (Dia bernyanyi paling indah sejauh ini)

Kata yang digarisbawahi menerangkan bahwa seseorang (she) melakukan sesuatu (sing) dengan cara yang paling (most beautifully) di antara yang lainnya.

1. Fungsi Superlative

Fungsi superlative adalah untuk membandingkan. Misal:

  • Mike is the most handsome man I’ve ever met. (Mike adalah pria tertampan yang pernah saya temui) –> membandingkan ketampanan Mike dengan pria lain yang pernah saya temui.
  • He is the laziest person in our family. (Dia adalah yang paling malas di keluarga kami) –> membandingkan sifat malas dia dengan sifat anggota keluarga lainnya.
  • I am the shortest in my office. (Saya adalah orang yang paling pendek di kantor saya) –> membandingkan tinggi badan saya dengan orang-orang di kantor.

2. Cara Membentuk Superlative

Untuk mengubah adjective atau adverb menjadi bentuk superlative, ikutilah cara berikut ini:

  • Adjective atau adverb yang memiliki satu suku kata:
    • Tambahkan –est dibelakang kata yang memiliki satu suku kata. Misal: Small –> smallest, long –> longest, slow –> slowest, dsb.
    • Untuk kata dengan pola konsonan + vokal + konsonan, tambahkan konsonan akhir sebelum –est. Misal: fat –> fattest, big –> biggest, mad –> maddest, sad –> saddest, dsb
  • Adjective atau adverb yang memiliki dua suku kata:
    • Tambahkan -est sebelum adjective atau adverb yang memiliki dua suku kata. Misal: busy –> busiest, happy –> happiest, slowly –> slowest, closely –> closest, dsb
    • Kita juga bisa menambahkan most di depan adjective atau adverb yang memiliki dua suku kata. Misal: evil –> most evil, simple –> most simple, polite –> most polite, dsb
    • Sebagian adjective dan adverb dengan dua suku kata memang lebih umum menggunakan –est, dan sebagiannya lagi lebih umum menggunakan Jika kita ragu apakah harus menambahkan –est atau most untuk adjective atau adverb dengan dua suku kata, lebih baik gunakanlah most.
  • Adjective atau adverb yang memiliki lebih dari dua suku kata:
    • Tambahkan most di depan adjective atau adverb yang memiliki lebih dari dua suku kata. Misal: important –> most important, creative –> most creative, carefully –> most carefully, quietly –> most quietly, dsb
  • Irregular:
    • Terdapat juga bentuk superlative yang tidak beraturan. Misal: good –> best, far –> furthest, bad –> worst, dsb

Demikianlah penjelasan tentang comparative dan superlative. Ternyata cukup mudah, bukan? Ingatlah selalu bahwa comparative adalah untuk menjelaskan “lebih”, sedangkan superlative untuk menjelaskan “paling”. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat untuk kita semua.

 

Perbedaan Comparative vs Superlative
Comparative Only Adjective
Grammar-Adverb: Apa itu Superlative Adverb?
Grammar-Comparison Adverb: Comparative vs Superlative
Comparative Adverb (Kata Keterangan untuk Membandingkan)
Grammar-Adverb: Apa itu Comparative Adverb?
Perbedaan Do vs Make
Perbedaaan Say, Tell, Talk, & Speak