sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

English Conversation: Percakapan Negosiasi Harga Jual Beli

Negotiation Conversation

Bernegosiasi soal harga bisa muncul dalam situasi apa pun dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari transaksi sederhana di pasar tradisional saat berbelanja kebutuhan pokok, hingga negosiasi soal hal yang lebih besar dan mahal.

Dalam materi kali ini kami akan memberi beberapa contoh percakapan negosiasi harga jual beli dengan berbagai macam seting. Anda bisa memperhatikan arti dari percakapan dalam bahasa Inggris di bawah dengan melihat parentesis yang juga kami sertakan.

DIALOGUE 1

Pandu: Sir, how much do these vinyls cost? (Pak, berapa harga piringan hitam ini?)

Seller: It’s Rp250.000, Son. (Rp250.000 sebuah, Nak.)

Pandu: For each one of them? (Satu buahnya?)

Seller: Yes. (Ya.)

Pandu: Can’t you go down on the price, Sir? (Bisakah Bapak menurunkan harganya?)

Seller: Well, these are rare, Son. Look at them. The Beatles, ABBA, The Rolling Stones, Bee Gees. You can’t find them anywhere else. I got the most complete collection of vinyl records in this market. (Wah, ini semua langka, Nak. Lihat saja. The Beatles, ABBA, The Rolling Stones, Bee Gees. Kamu nggak akan menemukannya di tempat lain. Saya punya koleksi piringan hitam paling lengkap di pasar ini.)

Pandu: I know, Sir. That’s why I came here. (Saya tahu, Pak. Makanya saya datang ke mari.)

Seller: Well, how much do you have in mind? (Memang berapa harga yang kamu minta?)

Pandu: I was thinking around… Rp100.000. (Saya kira sekitar… Rp100.000.)

Seller: I’m sorry, Son. But how about I keep the one you like and you can come back to me when you have the money? Next month maybe? (Maaf, Nak. Tapi bagaimana kalau saya simpan satu yang kamu inginkan dan kamu bisa kembali ke mari saat kamu sudah punya uang? Bulan depan mungkin?)

Pandu: Seriously, Sir? I’m dying for that one, Air Supply’s Lost in Love. (Serius, Pak? Saya pengen sekali dengan Lost in Love-nya Air Supply yang satu itu.)

Seller: Well, come back next month. Okay? (Baiklah, kembali bulan depan. Oke?)

DIALOGUE 2

Bhisma: This is a very, very nice house. (Rumah ini sangat, sangat bagus.)

Realtor: I think so, too, Sir. (Saya juga berpikir demikian, Pak.)

Bhisma: Is the price fixed? (Apa harganya sudah pas?)

Realtor: I’m afraid so, Sir. Rp1,2 billions is the last offer. (Saya rasa iya, Pak. Rp1,2 milyar adalah tawaran terakhir.)

Bhisma: That is way too much money than we have. (Itu jumlah yang jauh lebih banyak dari yang kami miliki.)

Realtor: Well, on this day, Sir, it’s actually not a very high price. It’s quite a bargain for a house this big. The area is safe and near everywhere. By the time your kids go to college, the price will be 10 times what you’re offered now. (Sekarang ini, Pak, harga itu sebenarnya tidak terlalu tinggi. Malah cukup murah untuk rumah sebesar ini. Areanya aman dan dekat mana pun. Waktu anak bapak masuk kuliah nanti, harga rumah ini akan jadi 10 kali lipat yang ditawarkan pada Bapak sekarang.)

Bhisma: Hmm… I’m still not so sure. (Hmm… Saya masih nggak terlalu yakin.)

Realtor: I believe your wife loved this place so much the last time we’re here. (Saya rasa istri Bapak suka sekali dengan tempat ini saat terakhir kali kita kemari.)

Bhisma: I know. Could you lower the price a bit, though? (Saya tahu. Bisakah Anda menurunkan harganya sedikit?)

Realtor: How much are you talking? (Berapa banyak?)

Bhisma: By three hundred millions. (Kurangi tiga ratus juta.)

Realtor: Rp1,15 billions is as low as the owner will go, I believe. (Rp1,15 milyar adalah harga terendah yang bisa saya beri.)

Bhisma: Well, then I better get back to my wife first. We’ll contact you later about the final decision. (Kalau begitu saya bicarakan dulu dengan istri saya. Kami akan mengontak Anda nanti tentang keputusan akhirnya.)

Realtor: I’ll wait for your call, Sir. (Saya akan tunggu telepon Anda, Pak.)

Dari kedua dialog di atas, ada beberapa kata kunci yang kerap digunakan dalam proses negosiasi, yakni kalimat yang menunjukkan bahwa harga yang diminta terlalu mahal, Anda bisa berkata:

  • That’s too expensive / That’s really expensive / That’s so expensive!
  • I’m afraid I can’t afford that.
  • That is way too much money than what I have.
  • It’s not the price I had in mind.

Sedangkan bentuk pertanyaan untuk menurunkan harga barang yang ingin dibeli adalah semacam:

  • Can’t you go down on the price?
  • Could you lower the price a bit?
  • Could you lower the price some more?

Sedangkan untuk menyatakan penolakan terhadap harga baru yang ditawarkan, Anda bisa menggunakan kalimat semacam:

  • I am afraid that is out of the question.
  • I am afraid that we can’t match that.
  • I am afraid we can’t go that low.
  • I don’t think that we could go that far.

Demikian sepintas mengenai percakapan tentang negosiasi harga jual beli. Semoga bermanfaat bagi Anda. Selamat belajar!

 

Phone Conversation: Percakapan Lewat Telepon dengan Kawan yang Telah Lama Tidak Berjumpa
English Conversation: Percakapan Jual Beli Barang di Pasar
Business Conversation: Percakapan Dengan Tamu di Kantor Dalam Bahasa Inggris
Percakapan Bisnis: Menyambut Tamu yang Datang ke Kantor dalam Bahasa Inggris
Student Conversation: Percakapan Perkenalan dengan Siswa Baru dalam Bahasa Inggris
Job Interview: Percakapan Wawancara Kerja
Percakapan di Restoran: Memesan Makanan di Restoran dalam Bahasa Inggris
Percakapan Kasir: Cara Kasir Melayani Pelanggan dalam Bahasa Inggris
Percakapan Bahasa Inggris: Bertemu Teman & Menanyakan Nomor Telepon (Greeting & Introduction)
English Conversation: Percakapan Negosiasi Harga Jual Beli


 


Sederet Mobile

http://mobile.sederet.com


Percakapan Inggris: Mempelajari Penggunaan Bahasa Inggris di Supermarket
Percakapan Bisnis: Memberikan Informasi Sesuai Persyaratan dalam Interview Menggunakan Bahasa Inggris
Percakapan di Restoran: Cara Menanyakan Bill dalam Bahasa Inggris
Percakapan Inggris: Membicarakan Kabar Terkini
Percakapan Inggris: Mengucapkan Salam Sederhana dalam Situasi Informal
English Conversation: Contoh Percakapan dengan Simple Perfect Tense
Introducing Conversation: Percakapan Memperkenalkan Teman ke Teman Lainnya
Giving Opinion: Percakapan Memberi Opini tentang Bagus/Tidaknya Suatu Barang yang Baru Dibeli
Inviting Conversation: Percakapan Mengundang ke Acara Syukuran Rumah Baru
Restaurant Conversation: Percakapan di Restoran tentang Enak/Tidaknya Makanan