sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Clauses: Independent Clause dan Dependent Clause

Dalam mempelajari bahasa Inggris, kita pasti pernah mendengar tentang istilah Independent Clause dan Dependent Clause. Dua hal tersebut memang berkesinambungan; dan penjelasan tentang keduanya baiknya tidak diberikan secara terpisah.

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang independent clause dan dependent clause, kita harus memahami terlebih dahulu arti dari “clause”. Clause, atau dalam bahasa Indonesia “klausa”, merupakan gabungan dari dua kata atau lebih. Syarat terbentuknya sebuah clause adalah adanya subject (subyek) dan verb (kata kerja). Contoh:

  • My little sister cries
  • I am eating
  • They went to Bali
  • etc

Ketika kita melihat gabungan beberapa kata yang tidak berisikan subject dan verb, maka rangkaian tersebut bukan merupakan clause; melainkan phrase atau frase. Contohnya:

  • In the afternoon
  • A pack of chicken nuggets
  • On Thursday the 22nd
  • etc

Klausa

Clause sendiri terbagi dalam dua jenis; yakni independent clause dan dependent clause. Keduanya merupakan klausa dengan sifat yang berbeda. Independent clause merupakan klausa yang sudah memiliki suatu gagasan utuh, atau bisa dikatakan sebagai kalimat lengkap. Sehingga, independent clause bisa berdiri sendiri sebagai satu kalimat utuh dan sudah bisa dipahami maknanya.

Sebaliknya, dependent clause merupakan bentuk kalimat yang belum lengkap meski sudah berisikan subject dan verb. Sebuah dependent clause tidak bisa berdiri sendiri sebab akan meninggalkan gagasan yang menggantung. Artinya, makna dari dependent clause belum bisa dipahami secara pasti kecuali jika ia dirangkai bersama independent clause.

Coba perhatikan kalimat berikut:

(1) Daniel was sleeping (Daniel sedang tidur)

(2) When I arrived (Ketika aku tiba)

Pada kalimat (1), kita dapat dengan mudah memahami isi dari kalimat tersebut. Sedangkan, kalimat (2) masih belum sempurna sebab menimbulkan pertanyaan “mengapa?”, “ada apa?”, dan sebagainya.

Kalimat (1) merupakan contoh independent clause yang menghadirkan gagasan utuh; sedangkan kalimat (2) adalah contoh dependent clause, yang baru akan sempurna sebagai kalimat utuh bila atau dapat dipahami maksudnya bila digabungkan dengan independent clause. Contohnya:

When I arrived, Daniel was sleeping. (Ketika aku tiba, Daniel sedang tidur.)

Kita boleh saja menggabungkan dua independent clause dalam satu kalimat; akan tetapi jika kita mencoba menyatukan lebih dari dua dependen clause sekalipun, kemungkinan kita tidak akan bisa mendapatkan kalimat yang utuh. Simak contoh berikut:

(1) Since Daniel was sleeping (Sejak Daniel sedang tidur)

(2) When I arrived (Ketika aku tiba)

Kedua kalimat tersebut bila digabungkan tidak akan menghasilkan sebuah kalimat sempurna.

Dependent Marker Word

Lalu, apakah yang membedakan dependent clause dari independent clause? Bila diteliti, kita akan melihat bahwa seringkali dependent clause pasti memiliki elemen yang menjadikannya sebagai klausa yang ‘menggantung’. Sebab, sebagian dependent clause merupakan independent clause yang dibubuhi dependent marker word di awal klausanya.

Apa itu dependent marker word?

Dependent marker word adalah elemen kata yang berfungsi sebagai kata penghubung, sehingga menjadikan maksud dari independent clause bias dan harus memiliki klausa baru untuk ‘dihubungkan’ agar gagasan dari kalimatnya utuh.

Adapun contoh dari dependent marker word antara lain: if, when, while, after, although, as, because, before, even if, as if, even though, unless, until, in order to, since, though, whatever, whenever, dan whether.

Selain itu, ada pula yang disebut dengan independent marker word alias yang menandai bahwa sebuah klausa merupakan independent clause. Hal ini akan memudahkan kita untuk mengenali apakah suatu klausa merupakan independent clause atau bukan.

Adapun independent word marker yang sering digunakan antara lain: however, moreover, also, consequently, furthermore, nevertheless, dan therefore.

Contoh kalimatnya:

I love comics; however, it’s really hard for me to finish reading my textbook.

Baik klausa “I love comics” dan “it’s really hard for me to finish reading my textbook” merupakan independent clause.

Coordinating Junction

Di samping itu, ada juga yang dinamakan coordinating junction yang berfungsi untuk menggabungkan dua independent clause. Contoh dari coordinating junction yang sering digunakan yaitu: and, but, or, so, nor, for, dan yet.

Contoh kalimatnya:

A: I usually have fried noodles for breakfast, but today I ate some potatoes.

B: It’s better for you to eat potatoes every morning, for noodles aren’t so healthy.

Catatan

Dalam mempelajari klausa, kita juga perlu sedikit memahami peraturan yang berlaku dalam menggabungkan dua klausa; khususnya dalam penggunaan tanda baca. Adapun kesalahan yang sering terjadi dalam materi klausa yaitu comma splices, fused sentence, dan sentence fragments.

Comma splices terjadi ketika dua independent clause hanya dipisahkan oleh comma “,”. Untuk memperbaikinya, kita bisa menggunakan tanda titik “.”, titik koma “;”, atau merubah salah satu klausanya menjadi dependent sentence.

Fused sentence adalah penggabungan dua independent clause tanpa adanya pemisah berupa tanda baca apapun. Untuk memperbaikinya, kita bisa menggunakan cara yang sama dalam membenahi comma splices.

Sedangkan sentence fragment adalah menganggap sebuah dependent clause sebagai independent clause, sehingga ia dibiarkan berdiri sendiri. Adapun cara memperbaikinya adalah dengan menyempurnakannya dengan tambahan independent clause; atau sekedar menghilangkan dependent marker word pada klausa tersebut.

Latihan Soal

Identify the independent clause from these sentences below.

  1. Before you go to bed, you need to brush your teeth.
  2. I don’t own any pet, because my brother has allergy.
  3. Rudi likes drinking coffee, but Ainun is trying to avoid caffeine.
  4. The movie is great. I like the actors.
  5. Irma had gone overseas, since her father is a diplomat.

Answers

  1. You need to brush your teeth
  2. I don’t own any pet
  3. Rudi likes drinking coffee & Ainun is trying to avoid caffeine
  4. The movie is great & I like the actors
  5. Irma had gone overseas

 

Grammar-Verb: Perbedaan Active vs Passive Voice (Kalimat Aktif & Pasif)
Present Tense: Simple Present vs Present Continuous
Grammar-Adverb: Apa itu Superlative Adverb?
Grammar-Pronoun: Apa itu Indefinite Pronoun?
Sentence: What is Subject?
Grammar-Verb: Apa itu Full Verb (Kata Kerja Penuh)?
Grammar-Verb: Apa itu Modal Verb?
Perbedaan Clause dan Phrase
Grammar Tenses: Apa itu Future Perfect Tense?
Clauses: Apa itu Adjective Clause?


 
Apa Itu Collective Noun?
Verb Tenses: Berbeda Waktu, Berbeda Pula Kata Kerjanya
Mengenal Lebih Jauh “Simple Past Tense”
Adverb of Frequency: Always, Usually, Often, Sometimes, Never
Apa itu Phrasal Verbs?
Kenali Perbedaan Prepositions & Conjunctions
Mencerna Perbedaan Infinitive dan Gerund
Perbedaan Simple Past & Past Participle
Daftar Phrasal Verbs yang Sering Dipakai
Perbedaan Gerund After Prepositions vs Gerund as Subject vs Gerund as Object