sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Listening TOEFL: Masalah Psikologis yang Muncul saat Hadapi Tes Listening

Halo! Kembali lagi kita akan membahas seputar tes TOEFL. Dan ya, kami akui bahwa salah satu kategori soal yang paling sering dikeluhkan adalah saat tes listening.

Apakah kamu berasal dari negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama? Apakah kamu tidak aktif berkomunikasi dengan bahasa Inggris? Apakah saat menonton film, kamu masih memerlukan subtitle di bagian bawah layar? Jika jawaban dari ketiga pertanyaan itu adalah Ya, artinya kamu perlu menyimak artikel ini hingga habis.

Wajar memang, jika kamu merasa sesi listening adalah yang paling menjebak. Tidak hidup di lingkungan berbahasa Inggris, tapi kamu dituntut untuk mengetahui makna dari dialog antara dua orang native speaker. Akan baik jika aksen mereka mudah dimengerti.

Bagaimana jika tidak? Belum lagi tidak ada teks terjemahan yang bisa menjadi pahlawan penolongmu. Kamu harus konsentrasi penuh mendengarkan audio tanpa bantuan apapun. Padahal pada hakikatnya manusia adalah makhluk visual. Perhatian akan lebih mudah tercurah jika dibantu dengan visual.

Untuk itu, kami telah merumuskan beberapa hal yang kerap menjadi masalah saat menghadapi listening tes TOEFL. Mungkin kamu setuju dengan beberapa hal dari daftar di bawah ini, atau justru pernah mengalaminya sendiri?

1. Tidak Paham Topik

Kamu tidak mungkin menjadi seseorang yang memahami semua topik pembicaraan yang ada di muka bumi ini. Ada terlalu banyak topik yang tidak mungkin kamu pahami satu persatu. Kadangkala, hal ini menjadi masalah saat mendengarkan listening tes TOEFL. Mungkin di soal pertama mereka membahas tentang konser musik.

Kamu dengan mudah bisa menjawab pertanyaan tentang apa yang didiskusikan oleh speaker. Pertanyaan kedua pun masih tentang tips traveling keliling dunia, misalnya. Semua pertanyaan bisa kamu lewati dengan mudah. Lalu tibalah kamu di pertanyaan ketiga: tentang instalasi listrik dan radio yang rusak. Saat topik tidak kamu kuasai, konsentrasimu akan mudah terpecah, sekaligus rasa gugup akan muncul.

2. Kata Asing

Lebih lanjut dari topik yang tidak kamu kuasai, tentu speaker akan kerap kali mengucapkan kata yang kamu bahkan tidak mengerti artinya. Tidak mungkin menengok kamus atau mencari tahu artinya dengan melihat kata-kata yang mengikutinya.

Tidak ada waktu untuk itu. Kata asing akan tetap menjadi kata asing, bahkan dalam waktu yang singkat karena kamu harus beralih ke soal selanjutnya. Bagaimana jika hal ini terjadi? Tentu kamu perlu sebisa mungkin mencari konteks dan petunjuk, yang terkadang justru terletak di bagian pertanyaan. Fokus pada hal-hal yang kamu mengerti untuk membantumu memahami apa kata yang asing bagimu.

3. Rasa Gugup

Jika masalah ini datang, konsentrasi akan buyar. Fokus pun sulit untuk dikumpulkan lagi. Yang ada hanyalah rasa gugup karena tidak bisa mengikuti dan memahami apa yang dibicarakan oleh speaker.

Biasanya rasa gugup muncul saat kamu tidak mengerti apa konteks yang dibicarakan dan tidak tahu harus menjawab apa. Jika kamu tidak bisa mengendalikan rasa gugup, hal ini bisa merembet ke soal-soal selanjutnya.

4. Tak Akrab dengan Diksi dan Tata Bahasa

Cara berbicara tiap orang dengan bahasa mereka masing-masing akan berbeda. Semua punya karakter dan gaya masing-masing. Tak terkecuali para speakers yang kamu dengar dalam sesi listening. Kadangkala mereka berbicara dengan gaya informal, bahasa tutur, dan sedikit cepat.

Rasanya akan jauh berbeda dibandingkan dengan saat kamu bisa membaca teks terjemahan. Ini adalah tantangan yang biasanya dihadapi peserta tes. Siasati dengan sering mendengarkan dialog informal di radio atau televisi, tentu tanpa teks terjemahan, ya.

5. Repetisi dan Jeda

Bagaimanapun juga, pembicara dalam speaker adalah orang biasa. Mereka bicara seperti layaknya kita berbicara dengan teman atau rekan, dengan repetisi dan jeda di beberapa waktu. Hal ini terjadi dengan natural, dan bukan mengada-ada.

Kadangkala repetisi dan jeda, atau sekadar kata pertengahan kalimat bisa membuat kamu bingung dengan makna kalimat yang mereka ucapkan. Wawancara tanpa melihat gerak bibir memang membutuhkan konsentrasi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan biasanya.

6. Imajinasi Melebar

Ya, saat kita tidak melihat visual dan hanya mendengar atau membaca, imajinasi akan mengambil peran. Saat mendengar listening yang dibacakan oleh speaker, kita akan membayangkan mereka ada di mana, antara siapa dan siapa yang berbincang, gerakan tangan, hingga suasana di sekitar.

Hal ini bisa membantu kamu untuk menangkap komunikasi informal yang mungkin tidak tertera secara lisan. Tapi hati-hati, justru imajinasi ini kadang bisa melebar dan membuat kamu luput dari kata demi kata yang mereka ucapkan. Tetap jaga imajinasimu sejalan dengan isi dialog, ya!

7. Detil yang Luput

Ada begitu banyak detil yang disuguhkan dalam sebuah dialog soal listening tes TOEFL. Semua perlu kamu ingat dengan hati-hati tanpa ada yang luput. Namun bagaimanapun tentu ada kalanya saat kamu melupakan sebuah detil yang teman-temanmu bisa dengan mudah tangkap.

Sebaliknya, kadangkala ada sebuah soal yang dianggap sulit tapi kamu dengan mudah bisa menangkap makna dan detil dalam percakapan tersebut. Apapun isi dialognya, jangan luput pada detil yang ada di antara speaker. Fokus pada hal utama yang diangkat oleh speaker karena itu pasti terkait erat dengan detil yang ingin mereka ungkap.

Dari beberapa masalah yang kerap dihadapi saat tes TOEFL tadi, ada baiknya kamu memetakan beberapa di antaranya dan merefleksikan pada diri. Mungkin ada di antaranya yang kerap terjadi pada kamu saat sedang berlatih mengerjakan soal listening tes TOEFL. Temukan kelemahanmu, lalu asah lebih sering di bidang itu. Lewat cara ini, kamu bisa dengan mudah “bersahabat” dengan masalah yang siap menyambutmu dalam sesi listening. Good luck!

Artikel Lainnya

Latihan Tes TOEFL Lewat Video Games (PART 2)
Latihan Tes TOEFL Lewat Video Games (PART 1)
Contoh Soal Listening TOEFL: Monolog Panjang
Contoh Soal Listening TOEFL: Long Discussions
Contoh Soal Listening TOEFL: Short Talks (Part 2)
Contoh Soal Listening TOEFL: Short Talks (Part 1)
Contoh Soal Listening TOEFL: With The Professor
Contoh Soal Listening TOEFL: Percakapan di Kampus (Part 2)
Contoh Soal Listening TOEFL: Percakapan di Kampus (Part 1)
Contoh Soal Listening TOEFL: Animals

 

Speaking TOEFL: Mengenal Idiom
Writing TOEFL: Membuat Jawaban Writing yang Runtut dan Mengalir
Tip Writing TOEFL: Penggunaan “Koma” dalam Bahasa Inggris
Writing TOEFL: Struktur Paralel Lanjutan dalam Bahasa Inggris
Speaking TOEFL: Kenali Kata Pengantar
Contoh Soal TOEFL Reading Comprehension & Vocabulary
Contoh Soal Listening TOEFL: Informal Chit-chat
Writing TOEFL: 10 Kiat Menjawab Soal Writing
Tip TOEFL: Cara Interpretasi Skor TOEFL, Tahukah Kamu?
Reading TOEFL: Informasi Tambahan dan Kesimpulan


 
Pertajam Kreativitas Lewat Kemampuan Parafrase
Tanda Baca Ellipsis dan Asterisk dalam Bahasa Inggris
Penggunaan Apostrophe dalam Kata Ganti Benda Kepemilikan
Berbagai Tanda Baca dalam Penulisan Bahasa Inggris Akademik
Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 2)
Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 1)
Contoh Revisi TOEFL Integrated Speaking (PART 2)
Contoh Revisi TOEFL Integrated Speaking (PART 1)
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Seni
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Mengenal Negara-negara