sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Writing TOEFL: Variasi Kalimat, Cara “Mempercantik” Essay Writing

Setelah mengetahui cara menyusun struktur kalimat yang baik dan mudah dipahami dalam writing tes TOEFL, hal berikutnya yang akan dibahas dalam artikel ini adalah bagaimana cara mempercantik essay saat menjawab writing tes TOEFL. Rapi saja tidak cukup, karena tulisan yang bagus akan lebih mengesankan.

Tulisan kamu nanti tidak hanya akan dinilai grammar, susunan kalimat, penggunaan kata hubung, diksi, hingga keselarasannya dengan pertanyaan saja yang dinilai. Ada banyak hal yang lebih dari itu. Dengan mempercantik essay tes TOEFL, apa yang bisa kamu dapatkan? Tentu saja agar tulisan kamu tidak membosankan, menarik, dan bisa mendapat skor yang tinggi dari penilai.

Salah satu cara untuk mempercantik essay adalah dengan membuat variasi dalam kalimat.

Klausa

Pada dasarnya, semua kalimat terdiri dari klausa demi klausa. Atau bisa jadi sebuah kalimat hanya terdiri dari sebuah klausa yang bisa berdiri sendiri sebagai satu kalimat. Seperti yang kita pelajari sebelumnya, ada 2 tipe klausa:

  • Klausa Independen

Ciri-ciri klausa independen adalah terdiri dari subjek dan kata kerja. Biasanya klausa ini mengekspresikan pendapat. Contohnya:

  1. Nothing could be better than this!
  2. The dog chased the elephant.
  • Klausa Dependen

Sementara klausa dependen tidak mengekspresikan pendapat secara utuh. Biasanya klausa dependen dimulai dengan kata hubung subordinat, yang hanya menunjukkan kalimat namun tidak secara utuh. Contohnya:

  1. Because I heard this exciting news
  2. If the dog catches this elephant

Terlihat bedanya, bukan? Klausa dependen tidak bisa berdiri sendiri, harus ada kalimat penyambungnya agar bisa dipahami sebagai sebuah kalimat utuh. Sementara klausa independen, meski singkat, bisa dipahami sebagai kalimat utuh dan selesai.

Variasi Kalimat

Kalimat dalam bahasa Inggris terbagi dalam empat struktur dasar. Pengelompokan ini bisa didasarkan pada bagaimana klausa dependen dan independen digunakan dalam kalimat tersebut. Untuk memahami lebih jauh tentang struktur, tentu kamu harus paham lebih dulu apa itu klausa dan ragam kalimatnya. Berikut ini contohnya:

1. Simple Sentences

Simple sentences, sesuai denagn namanya adalah klausa independen. Contohnya sama seperti di atas, yaitu kalimat singkat yang bisa berdiri sendiri dan dipahami sebagai sebuah kalimat. Contohnya:

President Trump decided to cut off the funding to Palestinians.

There are thousand refugees from Rohingya escape to Bangladesh.

2. Compound Sentences

Compound sentences dalam bahasa Indonesia dikenal juga dengan kalimat majemuk. Artinya dalam kalimat ini terdapat dua klausa, dengan jumlah subjek dan kata kerjanya pun juga dua. Kombinasi dua klausa dependen ini harus disatukan dengan kata hubung atau tanda baca. Kata hubung yang sifatnya coordinating di antaranya adalah: “and”, “but”, “or”, “nor”, dan “so”. Berikut ini contoh kalimat majemuk:

The elephant was minding its own business, and the dog decided to chase it.

(Dalam kalimat majemuk di atas, terlihat bahwa gajah tidak peduli dengan sekitarnya. Sementara anjing justru ingin mengejarnya.)

The elephant was much larger, but it ran away.

(Kalimat majemuk berikutnya menunjukkan dua klausa yang bertentangan. Meski gajah bertubuh jauh lebih besar, namun dia justru kabur terlebih dahulu.)

The dog knew that the elephant was weak, so he decided to see how far the elephant could run.

(Contoh kalimat majemuk terakhir berarti bahwa anjing tahu bahwa gajah lebih lemah darinya, untuk itu dia menguji seberapa jauh gajah bisa kabur.)

3. Complex Sentences

Variasi kalimat ketiga adalah kalimat kompleks atau complex sentences yang dibuat dengan menggabungkan klausa independen dengan sebuah klausa dependen. Dalam kalimat ini, kata hubung yang digunakan adalah after, although, because, while, when, if, until, whether, etc. Dalam contoh berikut ini, klausa dependen akan ditandai dengan (KD) sementara klausa independen disimbolkan dengan (KI).

As the elephant grew tired (KD), the dog became more excited (KI).

(Artinya klausa pertama “saat gajah mulai lelah” tidak bisa berdiri sendiri, sementara klausa kedua tentang “anjing semakin bersemangat” bisa berdiri sendiri karena merupakan klausa independen.)

I went outside to investigate (KI) after I heard terrible noises in the yard (KD).

(Dari contoh ini, klausa yang bisa berdiri sendiri adalah yang pertama, saat “subjek memutuskan untuk menginvestigasi ke luar”, sementara klausa kedua “setelah mendengar suara sangat kencang di halaman” tidak bisa berdiri sendiri karena akan menjadi kalimat yang menggantung.)

4. Compound-Complex Sentences

Variasi kalimat berikutnya adalah compound-complex atau kalimat majemuk kompleks. Ciri-ciri kalimat ini adalah mengandung 2 klausa independen dan 1 klausa dependen. Berikut ini contohnya:

Imagine my surprise (KI) when I stepped outside (KD) and I saw my beloved pet elephant acting scared of a tiny dog (KI)!

(Dari contoh ini, klausa independen kedua “gajah takut dengan anjing mungil” pada dasarnya adalah bagian dari klausa dependen yang dimulai dengan kata hubung when. Tapi di sisi lain, kalimat itu juga bisa berdiri sendiri yaitu “gajah takut dengan anjing mungil” atau klausa independen.)

Although I thought it was a bit funny (KD), I wanted to help the elephant (KI), but when my dog bit me (KD), I gave up and went back inside (KI).

(Contoh kedua lebih kompleks melibatkan 2 klausa dependen dan 2 klausa independen. Tiap klausa dependen tidak bisa berdiri sendiri harus ada kelanjutannya, sementara klausa independen dalam kalimat di atas yaitu “I wanted to help the elephant” dan “I gave up and went back inside” bisa berdiri sendiri karena merupakan klausa independen.

Mengenal variasi kalimat seperti di atas menjadi penting dalam writing tes TOEFL karena menentukan skor TOEFL yang bisa kamu raih. Menggunakan variasi kalimat membuktikan pemahaman tingkat lanjut tentang grammar yang kamu miliki.

Selain itu, essay yang kamu tulis akan jauh lebih menarik. Untuk itu, berlatihlah memecah kalimat rumit menjadi yang sederhana dengan mengkombinasikan kalimat sederhana menjadi kompleks, majemuk, atau majemuk kompleks. Sekali kamu memahami bagaimana sebuah kalimat terbentuk, akan efektif mempercantik essay jawaban writing tes TOEFL kamu. Selamat mencoba!

Artikel Lainnya

Tip Writing TOEFL: Penggunaan “Koma” dalam Bahasa Inggris
Writing TOEFL: 4 Langkah Membuat Essay yang Terorganisir
Writing: 15 Latihan Soal Independent Essay dalam Writing
Writing TOEFL: Belajar Conditional Lewat Lagu Populer
Writing TOEFL: Membuat Jawaban Writing yang Runtut dan Mengalir
Writing TOEFL: Variasi Kalimat, Cara “Mempercantik” Essay Writing
Writing TOEFL: Etika Kutipan dan Parafrase
Writing TOEFL: Struktur Paralel Lanjutan dalam Bahasa Inggris
Writing TOEFL: Kenali Topik dalam Writing
Writing TOEFL: Contoh Essay Kurang Berdasar

 

Listening TOEFL: Masalah Psikologis yang Muncul saat Hadapi Tes Listening
Tip TOEFL: Kamus Mini Phrasal Verbs
Writing TOEFL: 10 Kiat Menjawab Soal Writing
Tip TOEFL: Kiat menghadapi Tes TOEFL, Persiapan Menentukan Prestasi!
Speaking TOEFL: Kenali Perbendaharaan Kata untuk Debat
Speaking TOEFL: 8 Tip Speaking Tes TOEFL untuk Pemula
Tip TOEFL: Supaya Tidak Kehabisan Waktu saat Kerjakan Tes TOEFL
Speaking TOEFL: Seni Diplomasi dalam Percakapan Bahasa Inggris
Speaking TOEFL: Formula Menjawab Speaking Task: “SEA”
Tip TOEFL: Susunan String of Adjectives sebagai Penjelas Kata Benda


 


Sederet Mobile

http://mobile.sederet.com


Tip TOEFL: “Text Insert” Asah Ketelitian dalam Menjawab Soal
Reading TOEFL: Jenis Pertanyaan dalam Reading, Kategorisasi
ReadingTOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 2)
Reading TOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 1)
Reading TOEFL: Konteks Reading dari Berita Entertainment
Reading TOEFL: Momen-momen Darurat dalam Reading
Reading TOEFL: Temukan Tokoh Utamanya untuk Mengetahui Maknanya
Listening TOEFL: Pertajam Kemampuan Listening Lewat Dialog Film
Listening TOEFL: Belajar Listening dari Subtitles dan Transkrip
Listening TOEFL: Asah Listening dan Pelafalan dengan “Minimal Pairs”